Lebih Dari 111 Inovasi Baru, Big Data Mengantar Bank Raya Menuju Penghargaan IDIA 2026

Lebih dari 111 fitur baru yang hadir di Aplikasi Raya menjadi salah satu alasan utama Bank Raya kembali mencuri perhatian di industri perbankan digital. Penguatan layanan itu memperlihatkan bahwa pengembangan produk di Bank Raya tidak hanya mengejar jumlah fitur, tetapi juga berusaha menjawab kebutuhan nasabah secara lebih terarah.

Inovasi tersebut ikut mengantar PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) meraih penghargaan The Most Innovative Digitalization of Digital Bank 2026 pada kategori Digital Bank di ajang Indonesia Digital Innovation Awards (IDIA) 2026. Penghargaan dari Warta Ekonomi itu diterima langsung oleh Lukman Hakim, Direktur Digital dan Operasional Bank Raya, di Parle Senayan, Jakarta.

Pengakuan yang berbasis penilaian ketat

IDIA 2026 tidak menentukan pemenang hanya dari popularitas merek. Penilaian dilakukan melalui desk research dan media monitoring berbasis data untuk membaca aktivitas digital serta penerapan inovasi selama setahun terakhir.

Pendekatan tersebut juga melihat sejauh mana inovasi yang berjalan memiliki relevansi strategis terhadap perkembangan ekonomi nasional. Rujukan penilaiannya mengacu pada laporan perusahaan dan publikasi resmi yang kredibel, sehingga penghargaan ini menegaskan kualitas strategi digital yang dijalankan Bank Raya.

Inovasi yang berangkat dari kebutuhan pengguna

Lukman Hakim menegaskan bahwa pengembangan aplikasi Bank Raya selalu menempatkan pengalaman nasabah sebagai fokus utama. Bank Raya terus memperkuat infrastruktur teknologi agar transaksi terasa lebih intuitif, personal, dan aman bagi pengguna.

“Kami mengedepankan customer experience dalam setiap pengembangan produk,” ujar Lukman. Ia juga menyampaikan bahwa bank memperkuat arsitektur keamanannya melalui deteksi ancaman berbasis AI yang lebih cepat dan presisi.

Lebih dari 111 fitur baru di Aplikasi Raya

Sepanjang 2025 hingga awal 2026, Bank Raya meluncurkan lebih dari 111 fitur baru di Aplikasi Raya. Langkah ini diarahkan untuk merespons perubahan kebutuhan pasar sekaligus menyesuaikan perilaku pengguna digital yang terus berkembang.

Beberapa fitur yang paling menonjol menunjukkan fokus layanan yang cukup spesifik. Saku Bareng dan Tagih Uang membantu pengelolaan keuangan bersama hingga 300 anggota, sementara Uang Saku dirancang sebagai fitur edukatif bagi orang tua untuk memantau kebiasaan finansial anak.

Bank Raya juga menghadirkan Kartu Digital Debit Visa untuk memudahkan transaksi di merchant online global. Di sisi pelaku usaha, QRIS Bisnis dan Fitur Kasir membantu UMKM memantau pembayaran masuk secara real-time.

Big Data memperkuat fondasi teknologi

Di balik deretan fitur itu, Bank Raya memperkuat fondasi teknologinya lewat Big Data Technology. Pemanfaatan data besar ini membantu perusahaan meningkatkan skalabilitas layanan sekaligus mempercepat peluncuran produk baru ke pasar.

Bagi bank digital, kemampuan tersebut menjadi penting karena kebutuhan pembaruan layanan bergerak cepat dan terus berubah. Karena itu, strategi Bank Raya tidak berhenti pada penambahan fitur, tetapi juga menyentuh kemampuan sistem untuk tumbuh secara berkelanjutan mengikuti kebutuhan nasabah.

Layanan harian dibuat makin lengkap

Pengembangan Aplikasi Raya juga diarahkan agar lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari pengguna. Dalam satu platform, nasabah dapat mengakses layanan untuk pembayaran pulsa, listrik, PDAM, pajak, dan zakat.

Pola pengembangan ini menunjukkan bahwa Bank Raya tidak hanya membangun produk digital yang canggih, tetapi juga menghadirkan layanan yang praktis untuk kebutuhan rutin. Dengan kombinasi inovasi fitur, keamanan berbasis AI, dan penguatan big data, Bank Raya memperlihatkan arah pertumbuhan yang semakin jelas di tengah kompetisi bank digital yang makin ketat.

Source: id.mashable.com
Exit mobile version