Di tengah pasar mouse gaming premium yang sering terasa mirip satu sama lain, Turtle Beach memilih jalur yang jauh lebih berani lewat MC7. Perusahaan ini menempatkan layar sentuh 2,25 inci di sisi kanan mouse, lalu menjadikannya pusat kontrol yang benar-benar aktif, bukan sekadar elemen gaya.
Langkah itu membuat MC7 langsung menonjol sebagai perangkat yang sulit diabaikan. Bentuk dasarnya tetap ergonomis dan familiar, tetapi area yang biasanya dipakai untuk roda gulir horizontal diganti panel layar sentuh yang membuka cara pakai baru.
Fungsi yang melampaui mouse biasa
Layar kecil pada MC7 bisa diprogram untuk banyak kebutuhan. Pengguna dapat menjadikannya tombol cepat untuk mute dan unmute mikrofon, menampilkan statistik komputer seperti suhu CPU, atau menjalankan shortcut OBS.
Untuk gaming, layar itu juga bisa diatur agar membantu mengganti senjata, menampilkan jumlah amunisi, dan menjalankan kontrol lain sesuai kebutuhan. Dengan pendekatan ini, mouse terasa lebih dekat ke pusat komando mini yang biasanya diisi keyboard tambahan atau panel kontrol terpisah.
Bagi streamer, fungsi mute mikrofon dan shortcut OBS jelas punya nilai praktis. Bagi gamer kompetitif, akses cepat ke informasi amunisi atau pergantian senjata bisa memangkas langkah saat permainan berlangsung.
Spesifikasi kelas atas tetap ikut dibawa
Walau eksperimennya ada pada layar, MC7 tidak meninggalkan identitasnya sebagai mouse gaming premium. Turtle Beach menyematkan sensor optik Owl-Eye 30.000 DPI, optical switch untuk klik kiri dan kanan, serta polling rate 8K.
Kombinasi itu menempatkan MC7 di kelas perangkat yang ditujukan untuk respons cepat. Untuk konektivitas, mouse ini memakai dongle 2.4GHz khusus agar stabilitas tetap terjaga dan kendala latensi bisa dihindari.
Roda gulir utamanya juga mendukung dua mode. Pengguna bisa berpindah antara free-flow dan klik biasa, sebuah fitur yang membuatnya tetap terasa akrab bagi pengguna mouse kelas atas.
Baterai bisa diganti saat dipakai
Satu detail lain yang menarik ada pada sistem dayanya. MC7 memakai baterai 1.000 mAh yang dapat di-hot-swap, sehingga baterai bisa diganti cepat ketika perangkat sedang digunakan.
Turtle Beach juga menyiapkan charging base untuk mouse ini. Basis tersebut memungkinkan baterai diisi ulang sambil pengguna tetap melanjutkan sesi bermain dengan baterai lain.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa MC7 tidak hanya dijual sebagai perangkat yang unik di tampilan. Mouse ini juga dirancang untuk mendukung sesi panjang tanpa harus berhenti menunggu pengisian daya selesai.
Ada opsi yang lebih sederhana di bawahnya
MC7 dijual seharga $160 dan akan meluncur pada 19 Juli. Di lini yang sama, Turtle Beach juga menyiapkan MC5 dengan harga $120.
MC5 tidak memiliki layar bawaan dan tidak menawarkan baterai yang bisa ditukar, tetapi tetap membawa polling rate 8K. Di bawahnya lagi ada MC3 seharga $80 dalam versi wired, dan model ini juga menawarkan polling rate yang sama.
Susunan tersebut memperlihatkan bahwa Turtle Beach tidak hanya mengandalkan ide layar sentuh untuk menarik perhatian. Perusahaan ini juga memberi pilihan yang lebih konvensional bagi pengguna yang ingin fokus pada performa inti tanpa fitur eksperimental di model tertinggi.
Command Series ikut diperluas
Peluncuran MC7 juga datang bersama langkah lain dari Turtle Beach. Perusahaan ini memperkenalkan keyboard low-profile KB7 yang memiliki layar sentuh bawaan dengan ukuran 4,3 inci.
Kehadiran KB7 memperlihatkan arah yang sedang dibangun Turtle Beach untuk Command Series. Layar tampaknya mulai diposisikan sebagai lapisan kontrol baru di perangkat input, bukan sekadar aksesori tambahan yang hanya bersifat pelengkap.
Masih ada ruang untuk skeptisisme soal seberapa sering layar kecil di mouse benar-benar dipakai dalam keseharian. Namun bagi streamer, gamer kompetitif, atau pengguna yang suka menyesuaikan alur kerja, ide seperti MC7 tetap menawarkan fungsi yang sangat konkret.
Source: www.xda-developers.com