Persaingan mikrofon nirkabel kelas profesional kini tidak hanya soal kualitas suara, tetapi juga soal identitas visual. Insta360 mencoba menonjol lewat Mic Pro, yang membawa layar e-ink pada clip-on mic sehingga tampilan perangkat bisa disesuaikan dengan kebutuhan proyek.
Langkah ini membuat Mic Pro terlihat berbeda di tengah pasar yang selama ini banyak diisi nama besar seperti Rode dan DJI. Insta360 juga menempatkannya sebagai andalan baru untuk menantang DJI Mic 3, sementara Mic Air tetap diposisikan untuk perekaman suara yang lebih sederhana.
Tampilan mic bisa disesuaikan
Keunikan utama Mic Pro terletak pada layar e-ink yang tidak sekadar menampilkan logo perusahaan. Pengguna bisa membuat tampilan sendiri, lalu menggantinya lagi saat masuk ke proyek berikutnya.
Sistem warnanya juga tidak dibatasi satu skema. Ada dua mode yang disiapkan, yaitu mode yang mengolah gradasi melalui pola dari enam warna dasar dan mode yang menyesuaikan logo ke warna solid terdekat agar hasilnya tetap rapi.
Bagi pengguna profesional, pendekatan ini memberi nilai tambah yang jarang ditemukan pada mikrofon nirkabel. Di kelas produk seperti ini, tampilan perangkat bisa ikut menjadi bagian dari identitas pekerjaan.
Tetap serius di sisi rekaman
Di balik desain yang menonjol, Mic Pro tetap membawa spesifikasi yang diarahkan ke penggunaan profesional. Perangkat ini memakai sistem 32-bit float dan mendukung perekaman nirkabel ke kamera mirrorless atau DSLR melalui shoe mount.
Mic ini juga bisa tersambung ke ponsel lewat adapter. Pada tiap TX, Insta360 memakai array tiga mikrofon yang menyediakan pilihan pola cardioid, figure-8, dan omnidirectional.
Insta360 turut menambahkan mode Voice Focus untuk membantu menahan suara lain di sekitar sumber utama. Selain itu, noise cancelling berbasis prosesor di perangkat menjadi salah satu fitur yang ditekankan untuk kebutuhan lapangan.
Fleksibel untuk banyak skenario kerja
Mic Pro tidak dibatasi untuk satu jenis alur kerja. Pada kamera X5, X4 Air, Ace Pro 2, dan GO Ultra, pengguna bisa memakai koneksi langsung tanpa RX, dan mode ini mendukung perekaman audio 48 kHz.
Untuk perangkat lain, RX tetap dapat digunakan agar koneksi berjalan ke hampir semua perangkat. Sistemnya juga mendukung penggunaan beberapa TX dan atau beberapa RX, sehingga bisa dipakai untuk menangkap audio multi-orang ke satu perangkat atau merekam audio ke hingga empat kamera untuk kebutuhan sinkronisasi.
Kombinasi itu membuat Mic Pro terasa lebih luas penggunaannya. Produk ini tidak hanya diarahkan untuk perekaman solo, tetapi juga untuk kebutuhan produksi yang melibatkan banyak perangkat.
Posisi produk dan harga
Insta360 menempatkan Mic Pro sebagai produk flagship di lini mikrofon mereka. Posisi ini membedakannya dari Mic Air yang disiapkan untuk kebutuhan suara yang lebih sederhana.
Mic Pro sudah mulai dikirim dengan harga $99 / £89 / AU$159.99 untuk paket mic saja. Ada juga paket 2-TX dan 1-RX dalam charging case yang dibanderol $329.99 / £279 / AU$529.99.
Dengan desain yang bisa dipersonalisasi, opsi pola pickup yang lengkap, dan koneksi yang fleksibel, Mic Pro hadir sebagai paket yang sulit diabaikan. Di pasar yang sudah ramai oleh Rode dan DJI, kehadiran produk ini membuat persaingan mikrofon nirkabel terasa makin ketat.