Layar 9 Inci dan Kamera 360 Derajat, Mazda Scrum Facelift Tetap Dibanderol Rp 151 Jutaan

Mazda memberi napas baru pada Scrum Van dan Scrum Wagon dengan pembaruan yang membuat mobil mungil ini terasa lebih relevan untuk kebutuhan harian di Jepang. Fokus utamanya bukan pada ubahan besar, melainkan pada peningkatan fitur kabin dan penyegaran tampilan agar model kei car ini tetap kompetitif.

Di pasar domestik Jepang, pendekatan seperti ini memang penting karena segmen kei car sangat menekankan kepraktisan, efisiensi, dan biaya kepemilikan. Mazda juga menjaga harga Scrum facelift tetap berada di level yang terjangkau, dengan banderol mulai dari US$ 8.500 atau setara Rp 151,4 juta.

Kabin dibuat lebih modern

Perubahan paling mudah dirasakan ada di bagian dalam. Mazda memasang setir baru dan menjadikan panel instrumen digital sebagai perlengkapan standar pada model ini.

Nuansa modern juga datang dari opsi layar infotainment 9 inci yang sudah dilengkapi navigasi. Di saat yang sama, karakter kabin yang fungsional tetap dipertahankan agar sesuai dengan tugas utamanya sebagai kendaraan harian.

Untuk beberapa varian, Mazda menambahkan kamera 360 derajat dan pemanas setir. Dua fitur ini membantu pengemudi saat bermanuver di ruang sempit sekaligus menambah kenyamanan saat mobil dipakai setiap hari.

Mesin kecil, pilihan varian tetap luas

Di balik bodinya yang mungil, Scrum masih mengandalkan mesin bensin 660 cc khas kendaraan kei car Jepang. Format ini sejalan dengan kebutuhan mobil kompak yang hemat dan cocok digunakan di lingkungan perkotaan.

Mazda juga memberi pilihan yang cukup beragam untuk konsumen. Model ini tersedia dengan transmisi manual atau otomatis, lalu bisa dipilih dalam konfigurasi penggerak roda belakang maupun penggerak empat roda.

Pada varian tertentu, tersedia mesin turbo dengan tenaga sekitar 63 hp. Opsi ini memberi ruang bagi pengguna yang membutuhkan dorongan performa lebih tanpa harus keluar dari karakter mobil kecil.

Bukan model murni Mazda

Scrum sendiri bukan mobil yang dikembangkan Mazda dari nol. Mobil ini merupakan versi rebadge dari Suzuki Every, yang juga baru menerima facelift.

Meski begitu, Mazda tetap memberi identitas baru lewat pembaruan pada tampilan dan kabin. Hasilnya, model ini tidak hanya sekadar ikut arus penyegaran, tetapi juga tampil dengan karakter yang lebih sesuai dengan citra modern di lini kendaraan mungil Mazda.

Masih relevan di pasar kei car Jepang

Langkah ini memperlihatkan bahwa Mazda masih melihat peluang besar di segmen kei car. Pasar ini memang punya posisi kuat di Jepang karena menawarkan mobil yang ringkas, hemat, dan lebih terjangkau dibanding mobil konvensional.

Popularitasnya juga tidak kecil. Segmen kei car menyumbang sekitar sepertiga total pasar otomotif Jepang, sehingga pembaruan pada model seperti Scrum menjadi penting untuk menjaga daya saing.

Di sisi lain, persaingan di kelas ini juga terus bergerak. Chery dikabarkan menyiapkan mobil listrik mungil untuk Jepang lewat merek baru Emta, dengan target bersaing langsung dengan BYD Racco di kelas yang sama.

Proyek tersebut dijalankan melalui perusahaan patungan Electric Mobility Technologies yang melibatkan Chery, Jiangsu Yueda Automobile Group, Autobacs Seven, Gotion, dan Anest. Mobil pertama Emta dijadwalkan meluncur di Jepang pada 2027 dalam format kei car lima pintu bergaya boxy.

Source: www.liputan6.com

Baca Juga

Back to top button