Di kelas menengah, nilai sebuah ponsel sering ditentukan oleh seberapa jauh peningkatan yang dibawa tanpa membuat harga melesat. Samsung Galaxy A57 5G masuk lewat jalur itu, karena perangkat ini membawa banyak pembaruan penting sambil tetap dijaga agar tidak jauh dari tingkat harga yang ramah.
Perangkat ini diposisikan sebagai penerus Galaxy A55 5G, tetapi pembaruannya tidak berhenti pada angka spesifikasi. Samsung merombak sisi bodi, layar, performa, pendinginan, kamera, hingga pengisian daya agar Galaxy A57 5G terasa lebih matang untuk game berat, streaming, dan pemakaian harian yang panjang.
Bodi lebih ringan, tetapi tetap terasa kokoh
Samsung memakai Refined Polycarbonate Composite dan Armor Aluminum generasi terbaru pada bodi Galaxy A57 5G. Perubahan itu membuat bobot perangkat turun menjadi 179 gram, sehingga terasa lebih ringan dibanding Galaxy A55 5G.
Meski lebih ringan, perangkat ini tetap diposisikan sebagai ponsel yang premium dan tangguh untuk penggunaan harian. Ketahanan fisiknya juga didukung sertifikasi IP68, yang membuatnya tahan air dan debu hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit.
Layar didorong lebih cepat untuk hiburan dan gim
Salah satu peningkatan yang paling mudah dirasakan ada di bagian layar. Galaxy A57 5G membawa refresh rate hingga 144Hz, naik dari 120Hz pada Galaxy A55 5G.
Panel Super AMOLED+ yang digunakan juga mendukung HDR10+ dan cakupan warna DCI-P3 100%. Kecerahan maksimalnya mencapai 1.900 nits, sehingga layar disebut lebih siap dipakai di luar ruangan dan lebih nyaman untuk bermain gim, menonton video, maupun membaca konten.
Performa meningkat, suhu dibuat lebih terkendali
Di sektor dapur pacu, Samsung membekali Galaxy A57 5G dengan chipset Exynos 1680 berbasis fabrikasi 3nm. Sebelumnya, Galaxy A55 5G masih memakai Exynos 1480 dengan fabrikasi 4nm.
Peningkatan ini diklaim menghasilkan kenaikan performa CPU sebesar 25 persen dan GPU sebesar 30 persen. Agar performanya tetap stabil saat dipakai lama, Samsung juga menambahkan sistem Triple-Layer Vapor Chamber untuk membantu menjaga suhu perangkat.
Dalam pengujian bermain gim kompetitif selama 3 jam, suhu Galaxy A57 5G disebut berada di kisaran 36-38 derajat Celcius. Sebagai pembanding, A55 5G disebut bisa menyentuh 42 derajat dan berisiko mengalami throttling.
Kamera dan baterai ikut mendapat penyesuaian
Pada bagian kamera, Galaxy A57 5G mengandalkan sensor utama 64MP dengan OIS. Samsung juga menambahkan pemrosesan AI ISP terbaru agar foto malam hari tampil dengan noise yang lebih minim.
Baterainya masih berkapasitas 5.000 mAh, tetapi kecepatan pengisian naik menjadi 45W. Dengan daya tersebut, baterai bisa terisi dari 0% ke 100% dalam sekitar 45 menit.
Untuk pembandingnya, Galaxy A55 5G hanya mendukung pengisian 25W dan membutuhkan waktu hampir 80 menit untuk penuh. Selisih itu membuat Galaxy A57 5G lebih menarik bagi pengguna aktif yang tidak ingin terlalu lama menunggu saat isi daya.
Harga tetap dijaga agar tidak keluar jalur
Walau membawa banyak peningkatan, Samsung tetap menjaga harga Galaxy A57 5G agar kompetitif. Varian 8/256GB dibanderol mulai dari Rp6.499.000.
Dengan kombinasi bodi yang lebih ringan, layar 144Hz, performa yang meningkat, pendinginan yang lebih baik, kamera dengan pemrosesan baru, dan pengisian daya yang lebih cepat, Galaxy A57 5G tampil sebagai opsi yang agresif di kelas menengah. Perangkat ini menyasar pengguna yang ingin HP serba kencang tanpa harus naik ke kelas harga yang lebih tinggi.