Di kelas harga Rp 1 jutaan, Itel P55 5G tampil dengan paket yang biasanya lebih sering ditemukan di ponsel yang jauh lebih mahal. Banderol sekitar Rp 1,3 jutaan itu membuatnya langsung mencuri perhatian karena sudah membawa layar 120Hz dan dukungan jaringan 5G.
Daya tarik utamanya bukan hanya soal satu fitur, melainkan kombinasi yang jarang bertemu di segmen entry-level. Itel P55 5G mencoba menawarkan pengalaman yang lebih lengkap tanpa mendorong harga masuk ke kelas dua jutaan.
Performa yang terasa di atas rata-rata
Salah satu alasan ponsel ini banyak dibicarakan adalah hasil AnTuTu Benchmark yang disebut berada di kisaran 400 ribuan. Untuk perangkat di harga sekitar Rp 1,3 jutaan, angka tersebut tergolong tinggi dan memberi gambaran bahwa performanya tidak sekadar cukup untuk kebutuhan dasar.
Itel P55 5G juga mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 980. Dukungan chipset ini menjadi landasan utama saat ponsel diposisikan sebagai perangkat murah yang tetap sanggup dipakai untuk aktivitas harian dan hiburan.
RAM dan penyimpanan dibuat lega
Untuk menunjang penggunaan yang lebih nyaman, ponsel ini dibekali RAM 6GB dan memori internal 128GB. Kapasitas tersebut memberi ruang yang cukup besar untuk aplikasi media sosial, streaming, kebutuhan harian, dan sejumlah game.
Kombinasi RAM dan penyimpanan itu juga mendukung multitasking agar terasa lebih lapang. Dalam penggunaan yang lebih berat, perangkat ini disebut masih cukup nyaman, termasuk saat dipakai bermain gim seperti PUBG: Battlegrounds dan Mobile Legends: Bang Bang tanpa lag berlebihan.
Layar 120Hz jadi pembeda
Di sisi tampilan, Itel P55 5G membawa layar dengan refresh rate 120Hz. Fitur ini membuat pergerakan antarmuka terasa lebih halus saat menggulir halaman, membuka aplikasi, atau berpindah menu.
Pada rentang harga seperti ini, layar 120Hz masih belum umum ditemui. Karena itu, bagian layar menjadi salah satu nilai jual paling kuat yang membuat ponsel ini terasa lebih premium daripada harga jualnya.
Desainnya masih menggunakan waterdrop notch, tetapi tampilan fisiknya disebut tetap modern. Bodinya terlihat ramping, sementara finishing pada bagian luar membantu menghadirkan kesan yang tidak murahan di kelas harga bawah.
Kamera 50MP melengkapi paketnya
Di bagian belakang, Itel P55 5G hadir dengan konfigurasi dual camera dan kamera utama 50MP. Kamera ini disebut mampu menghasilkan foto yang tajam saat kondisi cahaya cukup, sehingga cocok untuk kebutuhan dokumentasi harian.
Walau fokus utamanya ada pada harga, performa, dan layar, kehadiran kamera 50MP membuat paket keseluruhannya terasa lebih seimbang. Pengguna mendapat perangkat yang bisa dipakai untuk komunikasi dan hiburan, sekaligus cukup relevan untuk kebutuhan fotografi dasar.
Posisinya di pasar entry-level
Kehadiran dukungan 5G pada ponsel seharga sekitar Rp 1,3 jutaan menjadi aspek yang paling menonjol. Di banyak merek lain, fitur semacam ini umumnya baru muncul di kisaran harga Rp 2 juta hingga Rp 3 jutaan.
Itel P55 5G pun dipandang sebagai salah satu opsi paling agresif di kelas sejutaan. Dengan skor AnTuTu sekitar 400 ribuan, layar 120Hz, kamera 50MP, RAM 6GB, memori 128GB, dan 5G, ponsel ini jelas menyasar pembeli yang ingin nilai lebih besar dari uang yang dikeluarkan.