Banyak pembeli kini tidak lagi hanya mencari HP murah, tetapi juga perangkat yang tetap nyaman dipakai untuk scrolling, menonton video, dan berpindah aplikasi tanpa terasa tersendat. Di kelas Rp1 jutaan pada Juni 2026, pilihan yang tersedia justru makin beragam karena sejumlah model sudah membawa layar mulus, baterai besar, dan fitur tambahan yang dulu lebih sering muncul di kelas menengah.
Perubahan ini membuat segmen entry level terasa jauh lebih kompetitif. Selain harga, pengguna sekarang lebih memperhatikan refresh rate, kapasitas baterai, penyimpanan, dukungan NFC, hingga perlindungan bodi agar ponsel tidak cepat terasa tertinggal untuk kebutuhan harian.
Layar mulus dan baterai besar jadi daya tarik utama
Di antara pilihan yang ada, layar dengan refresh rate tinggi menjadi pembeda paling mudah dirasakan. Model seperti Vilaon P50s hadir dengan layar 90 Hz dan fitur dynamic bar, sementara Itel City 200 NFC, Poco C71, dan beberapa model lain menawarkan layar 120 Hz untuk tampilan yang lebih mulus saat digunakan.
Daya tahan baterai juga ikut mendorong naiknya minat pada HP 1 jutaan. Infinix Smart 20 membawa baterai 5.200 mAh, sedangkan Xiaomi Redmi A7 Pro dan Poco C81 Pro sama-sama dibekali baterai 6.000 mAh untuk menunjang pemakaian lebih lama.
Pilihan yang membawa fitur lebih lengkap
Di kelas harga ini, fitur tambahan menjadi pembeda penting. Itel City 200 NFC menawarkan desain tipis, NFC, dan sertifikasi IP65, sehingga tidak hanya fokus pada tampilan, tetapi juga kenyamanan dan ketahanan.
Realme Note 60X juga mengedepankan sisi durabilitas dengan sertifikasi IP54 dan Armor Cell Protection. Pendekatan seperti ini membuat ponsel murah tidak lagi hanya diposisikan sebagai perangkat cadangan, tetapi juga sebagai opsi utama untuk pemakaian harian.
Nama-nama yang menonjol di kisaran Rp1 jutaan
Samsung Galaxy A07 menjadi salah satu opsi dari merek besar di kisaran Rp1,7 jutaan. Daya tarik utamanya ada pada optimasi One UI yang ringan dan kamera 50 MP, yang cukup menonjol di segmen harga ini.
Poco C71 menawarkan kombinasi yang jarang ditemui di entry level karena membawa layar 120 Hz dan penyimpanan 128 GB. Kombinasi tersebut membuatnya lebih siap untuk multitasking ringan, termasuk media sosial dan streaming video.
Masuk ke jaringan 5G dengan harga lebih terjangkau
Kehadiran ZTE Nubia A76 5G menandai makin terbukanya akses ke jaringan generasi kelima di kelas murah. Dengan harga sekitar Rp1,8 jutaan dan chipset Unisoc T8300, perangkat ini diposisikan sebagai opsi yang cukup gesit untuk kebutuhan harian dan multitasking.
ZTE Nubia A56 juga menarik perhatian berkat fitur AI dan RAM dinamis hingga 12 GB. Sementara itu, Poco C81 Pro menutup daftar dengan tampilan belakang yang elegan dan baterai 6.000 mAh untuk pengguna yang tetap ingin kesan lebih premium di kelas entry level.
Fokus pembeli bergeser dari sekadar murah
Xiaomi Redmi A7 Pro menargetkan pengguna yang lebih memprioritaskan layar besar dan baterai awet. Perangkat ini membawa layar 6,9 inci, baterai 6.000 mAh, dan HyperOS yang mendukung efisiensi daya untuk pemakaian jangka panjang.
Di sisi lain, harga tetap menjadi pintu masuk utama, tetapi bukan lagi satu-satunya pertimbangan. Dengan semakin banyaknya model yang menawarkan refresh rate tinggi, memori lega, NFC, 5G, dan perlindungan bodi, pembeli HP 1 jutaan pada Juni 2026 punya lebih banyak alasan untuk memilih berdasarkan kebutuhan nyata, bukan sekadar angka di label harga.





