Kasus yang menimpa Rhener Furtado memperlihatkan betapa sensitifnya penanganan perangkat edisi terbatas saat masuk proses servis. Surface Laptop 7 miliknya yang berstatus edisi 50th Anniversary justru hilang dalam alur perbaikan, lalu digantikan dengan unit Surface Laptop 7 biasa.
Furtado termasuk salah satu dari 50 orang yang menerima Surface Laptop 7 spesial tersebut. Ia mengirim perangkatnya ke Microsoft setelah mengalami masalah pembekuan, dan sebelumnya sudah menerima konfirmasi tertulis dari tim perbaikan bahwa layanan yang akan diberikan adalah same unit repair.
Situasi itu kemudian berubah. Microsoft Support menilai perangkat tersebut non-repairable dan memilih mengirim pengganti, tetapi unit yang datang bukan laptop edisi 50 tahun, melainkan Surface Laptop 7 standar.
Bagi Furtado, perbedaan itu sangat berarti. Laptop yang ia kirim bukan sekadar perangkat biasa, karena membawa penanda khas perayaan 50 tahun Microsoft, termasuk logo Microsoft bergaya 1975, logo Microsoft berwarna emas, dan menu boot khusus.
Ia kemudian membagikan kasus ini di Reddit dan menunjukkan tangkapan layar serta dokumen yang memperkuat kronologi kejadian. Hingga publikasi, ia belum mendapat kepastian apakah perangkat aslinya sudah diperbaiki, dikembalikan dalam kondisi belum diperbaiki, atau benar-benar hilang tanpa penjelasan.
Respons di komunitas Reddit pun cukup keras. Seorang pengguna bernama chuckop menilai persoalan itu serius dan mendorong Furtado untuk membawanya ke level yang lebih tinggi.
Pengguna lain, BcuzRacecar, menyarankan agar kasus ini diumumkan di Twitter dan diteruskan ke media lain seperti The Verge dan Windows Central. Banyak warganet menilai masalah tersebut memang layak mendapat perhatian yang lebih luas.
Di tengah sorotan itu, ada ironi lain yang ikut menarik perhatian. Surface Laptop 7 sendiri justru dikenal sebagai salah satu model Surface yang jauh lebih mudah diservis dibanding generasi awalnya.
iFixit memberi Surface Laptop 7 nilai 8/10 untuk repairability. Mereka menilai perangkat itu sangat ramah perbaikan, meski belum setara Framework 13, dan menyebut desainnya jelas mengambil inspirasi dari perangkat yang mudah diservis.
Model ini juga disebut mudah dibuka, memiliki label identifikasi, dan memberikan akses ke sejumlah komponen yang bisa diganti atau diperbaiki. Namun, kasus Furtado menunjukkan bahwa kemudahan desain perangkat tidak selalu berbanding lurus dengan kelancaran proses servis di lapangan.
Furtado sendiri menegaskan bahwa ia tidak meminta pengganti baru. Ia hanya ingin perangkat originalnya kembali, baik sudah diperbaiki maupun belum.
Ia juga berharap kasus ini mendapat lebih banyak perhatian, karena menurutnya perusahaan sebesar Microsoft seharusnya bisa memastikan perangkat edisi terbatas tidak lenyap di tengah proses perbaikan. Sampai sekarang, Microsoft belum memberi tanggapan resmi ke publik soal laptop spesial yang hilang itu.




