Laporan harta pejabat kembali jadi sorotan setelah angka kekayaan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dibandingkan dengan diplomat senior Dino Patti Djalal. Perbedaan yang muncul bukan sekadar tipis, melainkan terpaut jauh, meski Teddy disebut masih berusia 37 tahun saat data itu dibaca berhadapan dengan catatan kekayaan Dino ketika berusia 45 tahun.
Di atas kertas, Teddy mencatat harta bersih Rp 20,1 miliar tanpa utang. Sementara itu, Dino saat menjabat Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat memiliki kekayaan Rp 10,65 miliar dan masih menanggung kewajiban finansial.
Dominasi aset Teddy terlihat di banyak pos
Struktur kekayaan Teddy menunjukkan bobot terbesar ada pada properti dan aset nonproperti. Ia tercatat memiliki lima bidang tanah dan bangunan dengan nilai total Rp 9,04 miliar, disusul harta bergerak lainnya senilai Rp 7,7 miliar.
Pos kas dan setara kas Teddy juga cukup kuat karena mencapai Rp 2,1 miliar. Di sektor kendaraan, ia melaporkan tiga mobil, yakni Toyota Jeep LC HDTP, Toyota Fortuner, dan Honda CRV, dengan total nilai Rp 1,21 miliar.
Yang paling menonjol, Teddy tidak mencatat utang sama sekali. Kondisi itu membuat nilai kekayaan bersihnya utuh tanpa potongan kewajiban, dan ikut memperlebar jarak saat dibandingkan dengan figur lain yang masih memiliki utang.
Catatan Dino saat bertugas sebagai dubes
Pada periode yang dibandingkan, kekayaan Dino Patti Djalal juga bertumpu pada aset properti. Komponen terbesarnya berasal dari tanah dan bangunan di Jakarta Selatan senilai Rp 6,08 miliar.
Di luar itu, Dino memiliki dua mobil pribadi dengan total nilai Rp 800 juta. Ia juga mencatat harta bergerak lainnya senilai Rp 2,07 miliar serta kas sebesar Rp 286 juta.
Berbeda dari Teddy, Dino masih memiliki utang Rp 1,15 miliar. Karena itu, posisi kekayaan bersihnya tercatat lebih rendah dibanding total aset yang tertulis di LHKPN.
Selisih yang terasa di hampir semua kategori
Jika dibaca per pos, selisih paling kentara muncul pada total harta, harta bergerak lainnya, dan kas. Teddy unggul jauh di hampir semua komponen yang tercatat, termasuk kendaraan dan likuiditas.
Total harta Teddy yang mencapai Rp 20.116.632.669 hampir dua kali lipat dari kekayaan Dino yang Rp 10.650.000.000. Perbedaan itu juga terlihat pada kas, karena Teddy mencatat Rp 2,1 miliar sedangkan Dino hanya Rp 286 juta.
Pada kendaraan, Teddy berada di angka Rp 1,21 miliar dari tiga mobil. Dino berada di angka Rp 800 juta dari dua mobil, sehingga keunggulan Teddy tetap terlihat meski selisihnya tidak sebesar pos lain.
Kenaikan harta Teddy ikut mencuri perhatian
Data LHKPN periodik 2025 yang dilaporkan pada Maret 2026 menunjukkan total harta Teddy mencapai Rp 20.116.632.669. Angka itu juga disebut mengalami kenaikan sekitar Rp 4,7 miliar dalam setahun.
Konteks ini membuat perbandingan dengan Dino terasa semakin mencolok, terlebih karena Teddy berada di usia yang lebih muda. Di tengah perdebatan publik soal anggaran kunjungan kerja luar negeri Presiden Prabowo, angka-angka kekayaan pejabat ikut menjadi bahan perhatian yang luas.
Source: www.suara.com




