Tidur yang terganggu tidak selalu muncul dalam bentuk sulit terlelap saja. Pada gambaran yang ditampilkan lewat karakter Matthew di drakor Sold Out On You, insomnia juga terlihat dari kebiasaan sering terbangun di tengah malam, bangun terlalu pagi, lalu susah kembali tidur meski tubuh sudah lelah.
Dari situ, terlihat bahwa upaya mengatasi insomnia tidak harus langsung rumit. Langkah-langkah kecil yang berkaitan dengan suasana, rutinitas, dan kenyamanan tubuh justru bisa membantu kondisi malam hari menjadi lebih tenang.
Menciptakan suasana yang lebih tenang
Salah satu hal yang ditekankan adalah menjauh dari tekanan dan memilih tempat yang lebih tenang. Lingkungan yang terlalu ramai atau hati yang masih tegang dapat membuat tubuh sulit masuk ke fase rileks saat waktunya tidur.
Karena itu, ketenangan di sekitar tempat tidur menjadi langkah awal yang penting. Saat suasana tidak lagi terasa penuh, rasa kantuk biasanya lebih mudah muncul.
Menata ritme harian agar lebih stabil
Matthew juga digambarkan menjaga rutinitas harian yang teratur. Pola seperti ini membantu tubuh tetap aktif di siang hari dan tidak mudah dipenuhi overthinking saat malam datang.
Ritme yang konsisten membuat tubuh lebih mudah mengenali kapan harus bergerak dan kapan harus beristirahat. Dengan pola yang lebih stabil, waktu tidur pun terasa lebih mudah diatur.
Mengutamakan kenyamanan fisik
Selain suasana, kenyamanan tubuh ikut diperhatikan. Salah satu detail yang muncul adalah penggunaan bantal yang nyaman agar posisi tidur terasa lebih pas.
Hal kecil seperti ini sering memengaruhi kualitas istirahat. Saat tubuh berada dalam posisi yang enak, rasa tegang bisa berkurang dan tidur lebih mudah dimulai.
Memakai aroma yang menenangkan
Aroma lavender disebut menjadi bagian dari kebiasaan yang membantu menenangkan pikiran. Wangi yang lembut memberi kesan rileks sebelum tidur dan mendukung suasana kamar yang lebih nyaman.
Bukan hanya lavender, makanan atau produk dengan aroma yang menenangkan juga dapat membantu tubuh masuk ke mode istirahat. Ini menunjukkan bahwa rangsangan sensorik di sekitar tempat tidur ikut berperan.
Menjauh dari kafein di malam hari
Kebiasaan lain yang ditunjukkan adalah menghindari kopi atau minuman berkafein saat waktu tidur semakin dekat. Sebagai pengganti, susu hangat disebut sebagai pilihan yang lebih cocok untuk malam hari.
Langkah ini masuk akal karena kafein dapat membuat tubuh tetap terjaga. Mengurangi asupan stimulan menjelang tidur dapat membantu tubuh lebih siap beristirahat.
Menutup hari dengan relaksasi
Relaksasi menjadi bagian akhir yang melengkapi kebiasaan Matthew. Ia melakukan semedi atau mendengarkan suara yang menenangkan agar tidur terasa lebih nyenyak.
Cara ini membantu pikiran melambat setelah seharian aktif. Saat tubuh dan pikiran sama-sama lebih tenang, peluang untuk mendapatkan tidur yang lebih berkualitas ikut meningkat.
Kisah Matthew memperlihatkan bahwa insomnia bisa dihadapi lewat kebiasaan sederhana yang mudah dipahami. Mulai dari menjaga suasana kamar, mempertahankan rutinitas harian, sampai menghindari kafein menjelang tidur, semua langkah itu saling mendukung agar malam terasa lebih tenang.
Source: www.idntimes.com