Pasar MPV elektrifikasi di Indonesia tampaknya bakal mendapat penantang baru. BYD disebut sedang menyiapkan M6 versi plug-in hybrid atau DM-i, dan model inilah yang kini paling ramai dikaitkan dengan peluncuran pada 18 Mei.
Sinyal tersebut membuat perhatian tertuju pada arah strategi BYD di Tanah Air. Bila dugaan itu tepat, M6 DM-i akan menjadi mobil PHEV pertama dari merek asal China tersebut yang dipasarkan di Indonesia.
Petunjuk kehadiran model itu menguat setelah BYD menampilkan informasi terkait teknologi DM-i. Sistem ini memang sudah lama dipakai pada sejumlah model BYD dan telah menjadi bagian dari lini plug-in hybrid mereka di pasar global.
Teknologi DM-i sendiri bukan nama baru di luar Indonesia. Sebagian model yang menggunakannya sudah dijual di China, sementara sebagian lainnya juga mulai dipasarkan ke negara lain.
Keterkaitan antara teknologi tersebut dan M6 membuat spekulasi semakin kuat. Nama M6 juga sudah lebih dulu didaftarkan, sehingga peluang peluncurannya dinilai makin dekat.
M6 jadi kandidat paling logis
Di tengah jadwal peluncuran model baru BYD di Indonesia, M6 dinilai sebagai kandidat paling masuk akal. Sebelumnya, BYD terakhir merilis model baru di Indonesia pada Februari lewat varian tambahan Atto 3.
Sebelum itu, perusahaan juga membawa Atto 1 pada Agustus lalu. Pola ini membuat M6 dipandang sebagai langkah berikutnya yang paling relevan untuk memperluas lini produk BYD.
Jika versi DM-i benar meluncur, M6 akan menambah pilihan di jajaran BYD. Model ini juga akan membawa warna baru ke lini MPV elektrifikasi yang selama ini belum terlalu ramai diisi merek tersebut.
Ruang baru di segmen MPV elektrifikasi
M6 selama ini dikenal sebagai model yang lebih dekat dengan kebutuhan keluarga dan penggunaan harian. Karakter itu membuatnya punya posisi yang menarik ketika masuk ke pasar MPV elektrifikasi.
Di sisi lain, pasar MPV PHEV juga mulai memperlihatkan persaingan yang lebih jelas. Salah satu nama yang disebut berhadapan dengannya adalah Wuling Darion PHEV, yang masih menarik konsumen.
Namun, penjualan Darion PHEV belakangan disebut tidak sekuat sebelumnya. Pada saat yang sama, versi BEV justru semakin laris, sehingga peta persaingan di segmen ini ikut bergeser.
Meski sama-sama berada di ranah MPV, keduanya tidak bermain di ruang yang persis sama. M6 lebih diarahkan ke segmen low atau medium MPV, sedangkan Darion menyasar MPV sliding door menengah ke atas.
Arah ekspansi BYD di Indonesia
Kehadiran M6 DM-i akan menunjukkan bagaimana BYD memperluas portofolionya di Indonesia. Setelah menambah pilihan pada Atto 3 dan membawa Atto 1, merek ini terlihat ingin menghadirkan lebih banyak variasi teknologi di pasar lokal.
Langkah itu juga mempertegas bahwa BYD tidak hanya bermain di satu jenis elektrifikasi. Jika M6 DM-i benar meluncur sesuai dugaan, maka pasar akan mendapat opsi baru di segmen MPV elektrifikasi sekaligus membuka babak awal bagi lini PHEV BYD di Indonesia.
Source: ridertua.com




