Langka Di India, HCLTech Tarik Dana Besar Ke Sarvam AI Di Tengah Tekanan AI

Sarvam AI tengah bersiap memasuki fase baru yang jauh lebih besar dari putaran pendanaan sebelumnya. Startup berbasis Bengaluru itu disebut berpeluang menghimpun dana baru sekitar $150 juta dengan valuasi mencapai $1.5 miliar, dan HCLTech dikabarkan akan memimpin langkah tersebut.

Jika terwujud, transaksi ini akan menjadi salah satu penggalangan dana terbesar untuk startup AI India. Yang membuatnya menonjol, ini bukan sekadar investasi biasa, melainkan sinyal bahwa perusahaan TI mapan India mulai ikut bertaruh langsung pada ekosistem AI lokal.

Langkah yang jarang diambil pemain lama

Selama ini, perusahaan jasa TI India dikenal lebih berhati-hati ketika AI mulai mengubah industri. Nama-nama besar seperti TCS, Infosys, dan Wipro berada dalam tekanan karena kemajuan perusahaan AI-native seperti OpenAI dan Anthropic mulai mengganggu model bisnis perangkat lunak serta layanan mereka.

Kekhawatiran itu juga ikut menguat saat alat seperti Claude Cowork memicu diskusi soal masa depan SaaS. Dalam situasi seperti ini, keputusan HCLTech untuk masuk lebih dalam ke Sarvam AI terlihat sebagai upaya memperkuat posisi, bukan hanya menunggu perubahan datang.

HCLTech sendiri sebenarnya sudah punya jejak kerja sama AI global. Perusahaan itu memiliki kesepakatan dengan OpenAI untuk membantu implementasi alat AI di sistem klien, sejalan dengan langkah serupa yang juga terlihat di TCS dan Infosys.

Namun, investasi langsung ke startup AI domestik memberi arti yang berbeda. Langkah seperti ini menyentuh kepemilikan strategis, bukan sekadar pemakaian teknologi atau kemitraan implementasi.

Mengapa Sarvam AI menarik perhatian

Sarvam AI berdiri di Bengaluru pada Juli 2023 dan didirikan oleh Vivek Raghavan serta Pratyush Kumar. Perusahaan ini memosisikan diri sebagai sovereign AI full-stack dengan fokus membangun foundational models untuk India.

Arah itu membuat posisinya unik di tengah banyaknya startup AI lain. Sarvam AI tidak hanya mengembangkan model inti, tetapi juga membangun platform enterprise untuk membuat dan menerapkan aplikasi AI.

Fokus utamanya ada pada AI berbahasa India dan aplikasi berbasis suara untuk pengguna serta perusahaan di India. Pendekatan tersebut membuatnya relevan dengan pasar domestik yang besar dan sangat beragam secara bahasa.

Sorotan teknologinya makin kuat

Sarvam AI juga sempat menarik perhatian lewat performa modelnya. Startup ini disebut mampu mengungguli ChatGPT dan Google Gemini pada tugas tertentu melalui model Vision dan Bulbul miliknya.

Panggung besar lain datang saat IndiaAI Impact Summit awal tahun ini. Di acara itu, Sarvam AI memperkenalkan dua model bahasa besar berukuran 30 miliar dan 105 miliar parameter yang dilatih dari nol di India.

Perusahaan itu juga menampilkan kacamata pintar bertenaga AI dalam ajang yang sama. Perangkat tersebut bahkan sempat dikenakan oleh Perdana Menteri Narendra Modi, sehingga profil publik Sarvam AI ikut terdorong naik.

Di sisi konsumen, Sarvam AI meluncurkan aplikasi mobile Sarvam Indus pada Februari. Aplikasi itu masih berada dalam tahap beta, tetapi menambah gambaran bahwa perusahaan ini bergerak di jalur produk yang lebih luas.

Putaran besar setelah jeda panjang

Pendanaan baru ini akan menjadi putaran pertama Sarvam AI dalam lebih dari dua tahun. Sebelumnya, perusahaan terakhir kali menghimpun $41 juta dalam putaran Series A pada Desember 2023.

Lonjakan dari pendanaan sebelumnya ke valuasi $1.5 miliar menunjukkan ekspektasi pasar yang tinggi terhadap arah bisnis Sarvam AI. Di saat yang sama, hal itu juga menegaskan minat investor terhadap model AI lokal yang dirancang untuk kebutuhan India.

Moneycontrol melaporkan bahwa putaran ini tidak hanya melibatkan HCLTech. Perusahaan itu juga berpotensi menghimpun tambahan $150 juta dalam putaran yang sama, dengan Nvidia disebut ikut bersaing untuk masuk.

Bila skema itu benar-benar terjadi, dampaknya bisa meluas ke industri TI India secara keseluruhan. Investasi semacam ini memberi pesan bahwa pemain lama tidak lagi cukup menjadi pengguna AI, tetapi mulai ikut memiliki peran dalam fondasi teknologi yang akan mereka andalkan di masa depan.

Source: www.indiatoday.in
Exit mobile version