Laba UVCR Berbalik Positif Rp 4,3 Miliar, Kas Naik 27 Kali Lipat di Awal 2026

Lonjakan kas menjadi sorotan paling mencolok dalam kinerja PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) pada kuartal I-2026. Posisi kas dan bank perseroan naik tajam menjadi Rp 49,7 miliar, dari hanya Rp 1,8 miliar pada akhir Desember 2025.

Perubahan itu memperlihatkan penguatan likuiditas yang jauh lebih longgar bagi Ultra Voucher. Di saat yang sama, total aset perusahaan juga ikut naik menjadi Rp 271,3 miliar per 31 Maret 2026, tumbuh 25 persen dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya yang sebesar Rp 217 miliar.

Di balik penguatan neraca itu, UVCR juga mencatat perbaikan kinerja laba yang cukup meyakinkan. Perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp 4,3 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp 1,1 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan laba tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan penjualan neto yang mencapai Rp 330,1 miliar. Angka ini naik 44,3 persen dibandingkan Rp 228,7 miliar pada periode yang berakhir 31 Maret 2025.

Pendapatan naik, beban ikut terdorong

Pertumbuhan bisnis UVCR tidak datang tanpa konsekuensi pada sisi biaya. Beban pokok penjualan perusahaan ikut naik menjadi Rp 315,1 miliar dari Rp 219,9 miliar pada periode sebelumnya.

Meski begitu, perusahaan masih mampu menjaga laba bruto di level Rp 15 miliar. Kondisi ini menunjukkan bahwa ruang keuntungan tetap terjaga walau volume aktivitas usaha meningkat cukup tajam pada awal periode.

Sumber pertumbuhan utama masih berasal dari sektor perdagangan. Penjualan voucher belanja dan gift card menjadi pendorong terbesar yang mengangkat pendapatan perseroan pada kuartal pertama.

Pemulihan profitabilitas mulai terlihat

Perbaikan kinerja laba juga tercermin pada laba per saham dasar atau EPS. UVCR mencatat EPS Rp 2,13 per saham, naik dari Rp 0,57 per saham pada periode yang sama sebelumnya.

Pergerakan ini menandai pulihnya profitabilitas perusahaan setelah sempat tertekan pada tahun sebelumnya. Bagi pemegang saham, perubahan tersebut memberi sinyal bahwa laba bersih mulai kembali terbentuk secara positif.

Manajemen menyebut capaian kuartal pertama sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga stabilitas kinerja. Perseroan juga menegaskan bahwa hasil itu sejalan dengan transparansi yang dijanjikan kepada para pemegang saham.

Liabilitas bertambah, ekuitas tetap menguat

Di sisi lain, liabilitas UVCR ikut meningkat menjadi Rp 163,5 miliar dari Rp 113,4 miliar pada akhir tahun lalu. Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh bertambahnya uang muka pelanggan yang mencapai Rp 90,1 miliar.

Meski liabilitas naik, total ekuitas perusahaan tetap berada di jalur penguatan. Pada 31 Maret 2026, ekuitas UVCR tercatat Rp 107,9 miliar, naik dari Rp 103,6 miliar pada Desember 2025.

Pertumbuhan ekuitas itu ditopang oleh akumulasi saldo laba selama periode berjalan. Dengan kombinasi laba bersih yang kembali positif, penjualan yang terus tumbuh, dan kas yang melonjak, posisi keuangan UVCR terlihat lebih solid di awal tahun ini.

Kinerja kuartal I-2026 juga menunjukkan bahwa basis pendapatan dari voucher belanja dan gift card masih aktif bertumbuh. Bagi Ultra Voucher, kondisi tersebut menjadi tanda bahwa pemulihan bisnis berjalan konsisten setelah sempat mencatat kerugian pada periode yang sama sebelumnya.

Baca Juga

Back to top button