Laba Tether Melesat ke $1,04 Miliar, Cadangan Menguat ke $191,7 Miliar di Tengah Tekanan Stablecoin

Di saat tekanan terhadap penerbit stablecoin masih terasa, Tether justru menampilkan posisi keuangan yang makin tebal. Perusahaan ini membukukan laba $1.04 miliar pada kuartal terakhir, sementara total cadangannya naik menjadi $191.77 miliar.

Selisih antara aset dan liabilitas Tether kini berada di level $8.23 miliar. Angka itu lebih tinggi dibanding $6.34 miliar pada akhir Q4 2026, sehingga memberi gambaran bahwa bantalan likuiditas perusahaan semakin besar.

Kekuatan utama cadangan Tether masih datang dari aset yang mudah dicairkan. Kas, setara kas, dan simpanan jangka pendek lain mencapai $141.22 miliar, atau sekitar 73.6% dari total aset.

Dari porsi itu, surat utang pemerintah AS menjadi penopang terbesar dengan nilai $117.04 miliar. Tether juga memegang overnight reverse repurchase agreements sebesar $19.33 miliar dan term repos sebesar $4.75 miliar, sementara kas dan simpanan bank hanya tercatat $107 juta.

Komposisi tersebut menunjukkan portofolio yang sangat berat di instrumen berisiko rendah. Dengan susunan seperti ini, cadangan Tether terlihat lebih dekat pada aset likuid ketimbang aset yang sulit dicairkan.

Di luar kelompok aset likuid utama, Tether juga mencatat eksposur besar pada logam mulia. Nilainya mencapai $19.84 miliar dan menjadi salah satu elemen penting dalam laporan cadangan perusahaan.

Perusahaan menyebut secured loans sebesar $15.83 miliar dan menegaskan pinjaman tersebut over-collateralized. Mekanismenya mencakup margin call serta likuidasi, sehingga Tether mengaitkannya dengan perlindungan tambahan atas risiko kredit.

Cadangan Tether juga memuat bitcoin senilai $6.62 miliar. Selain itu, perusahaan menempatkan $4.84 miliar pada investasi lain dan $3.41 miliar pada saham publik.

Di sisi lain, porsi obligasi korporasi terlihat sangat kecil. Nilainya hanya $3 juta, jauh di bawah dominasi surat utang negara dan aset likuid lain yang mengisi neraca Tether.

Untuk penilaian aset digital dan logam mulia, Tether memakai patokan harga tertentu pada titik waktu yang jelas. Kepemilikan bitcoin on-chain dinilai menggunakan harga penutupan Bloomberg sebesar $68,193.95 per koin pada 31 Maret.

Sementara itu, emas fisik yang disimpan dalam batangan standar LBMA dihitung dengan harga $4,668.06 per ons. Pendekatan ini memberi gambaran bagaimana cadangan Tether diukur dalam laporan kuartalan dan bagaimana nilai asetnya terbentuk pada saat penilaian dilakukan.

Di tengah posisi keuangan yang membaik itu, Tether juga disebut sedang mempertimbangkan integrasi besar dengan dua perusahaan lain. Dua nama yang muncul adalah perusahaan Bitcoin milik Jack Maller, XX!, serta penambang bitcoin swasta Elektron.

Rencana tersebut menambah perhatian pasar terhadap arah ekspansi Tether di luar bisnis stablecoin. Dengan laba kuartalan yang solid dan cadangan yang makin besar, setiap langkah baru perusahaan tampaknya akan terus menjadi sorotan pelaku kripto.

Exit mobile version