Laba Naik 51,2 Persen, IIF Naikkan Porsi Dividen Jadi 40%

Kenaikan rasio dividen menjadi 40% menjadi sinyal bahwa Indonesia Infrastructure Finance atau IIF sedang berada dalam fase yang lebih kuat. Keputusan itu muncul setelah laba bersih perseroan melonjak dan memberi ruang bagi perusahaan untuk membagikan keuntungan yang lebih besar kepada pemegang saham.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham, IIF menyetujui total dividen Rp74 miliar dari laba bersih tahun buku yang mencapai Rp185 miliar. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan kebijakan tahun buku sebelumnya, ketika dividend payout ratio IIF masih berada di kisaran 35%.

Presiden Direktur dan CEO IIF Rizki Pribadi Hasan menyampaikan perubahan itu saat berkunjung ke redaksi Bisnis Indonesia, Senin (11/5). Ia menegaskan bahwa rasio dividen kini naik menjadi 40%.

Penguatan laba menjadi dasar utama di balik kebijakan tersebut. Pada 2024, IIF membukukan laba bersih Rp122,5 miliar dan mencatat pertumbuhan sekitar 51,2% secara tahunan.

Lonjakan kinerja itu menunjukkan bahwa ruang pembagian laba perseroan ikut membesar. Namun, IIF tetap perlu menjaga keseimbangan antara memberi imbal hasil kepada pemegang saham dan mempertahankan kemampuan ekspansi usaha.

Pembiayaan yang terus meluas

Selama 15 tahun beroperasi, IIF telah menyalurkan pembiayaan Rp44 triliun untuk 182 proyek infrastruktur. Capaian ini memperlihatkan peran IIF sebagai lembaga pembiayaan yang fokus pada proyek infrastruktur yang dinilai layak secara komersial.

Dari sisi kekuatan neraca, rasio daya ungkit atau leverage IIF tercatat 17,6 kali dari ekuitas awal Rp2,5 triliun. Pada saat yang sama, total aset perusahaan naik sekitar 5% secara tahunan menjadi Rp15,4 triliun.

Kenaikan aset itu didorong oleh pertumbuhan aset produktif sebesar 2%. Bagi IIF, perkembangan ini menjadi modal penting untuk menjaga aktivitas pembiayaan tetap berjalan di tengah tekanan bisnis yang masih ada.

Tetap ekspansif di tengah tantangan

Rizki menyebut IIF akan terus memperbaiki rasio pembayaran dividen ke depan. Meski demikian, arah kebijakan itu tidak akan dipisahkan dari kebutuhan menjaga pertumbuhan usaha di lingkungan ekonomi yang masih menantang.

IIF sendiri merupakan lembaga keuangan swasta nonbank yang bergerak di pembiayaan infrastruktur dan layanan konsultasi. Perusahaan ini berdiri pada 15 Januari 2010 atas inisiatif pemerintah bersama lembaga keuangan internasional.

Struktur pemegang sahamnya mencakup PT Sarana Multi Infrastruktur/SMI (Persero), Asian Development Bank, International Finance Corporation, Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft, dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation. Dengan landasan itu, IIF tetap berupaya menjaga pembagian keuntungan dan pertumbuhan bisnis secara seimbang.

Source: finansial.bisnis.com

Baca Juga

Back to top button