Kritik Suporter Kembali Menempel Di Arema FC Official Store, Marcos Santos Dan Hansamu Jadi Sasaran Amarah

Kekecewaan suporter Arema FC kembali terlihat di ruang publik setelah kekalahan telak 0-4 dari Persebaya Surabaya pada laga derbi Jawa Timur. Kali ini, protes tidak hanya bergema di media sosial atau stadion, tetapi juga muncul di Arema FC Official Store di Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang.

Pada Rabu, sejumlah poster bernada kritik masih tampak menempel di kaca depan toko resmi klub tersebut. Kehadiran poster-poster itu menjadi penanda bahwa hasil buruk di lapangan masih menyisakan tekanan besar bagi tim, pelatih, dan pemain.

Poster muncul saat malam hari

Seorang warga sekitar menyebut aksi penempelan poster dilakukan pada malam hari. Ia mengatakan ada beberapa orang yang datang lalu menempelkan poster ke area kantor atau toko resmi Arema FC sekitar pukul 19.30 WIB.

Peristiwa itu membuat Arema FC Official Store kembali menjadi titik yang dipilih suporter untuk menyampaikan protes. Ruang yang identik dengan klub tersebut seolah berubah menjadi papan pesan terbuka bagi kekecewaan Aremania.

Nama pelatih dan pemain ikut disorot

Dua sosok yang paling mendapat perhatian dalam poster itu adalah pelatih Arema FC Marcos Santos dan pemain Hansamu Yama Pranata. Poster pertama menampilkan foto Marcos Santos dengan pesan yang mendesak pelatih asal Brasil itu meninggalkan Arema FC.

Poster berikutnya berisi gambar Hansamu Yama Pranata dan kalimat tegas, “Jika Tidak Bermain Dengan Hati Silahkan Angkat Kaki”. Isi poster tersebut menunjukkan bahwa kekecewaan suporter tidak berhenti pada hasil akhir pertandingan, tetapi juga menyasar cara tim bermain dan tuntutan agar ada pembenahan yang lebih serius.

Pola protes yang bukan sekali terjadi

Aksi serupa ternyata pernah muncul sebelumnya di lokasi yang sama. Pada 31 Desember 2025, Arema FC juga menghadapi protes serupa setelah kalah dari Persita Tangerang di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Saat itu, Aremania juga menyalurkan kritik melalui poster bernada protes terhadap hasil minor tim. Berulangnya kejadian seperti ini menunjukkan bahwa kekalahan besar kerap langsung memunculkan respons keras dari basis suporter yang menuntut perubahan.

Respons manajemen tetap terbuka

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menanggapi situasi ini dengan apresiasi terhadap Aremania. Ia menilai cara suporter menyampaikan kekecewaan masih kondusif dan berada dalam koridor yang konstruktif.

Yusrinal juga menyampaikan permohonan maaf kepada Aremania dan seluruh pecinta sepak bola di Malang Raya atas hasil buruk di laga derbi. Ia mengajak semua pihak melihat kondisi ini sebagai bagian dari evaluasi teknis sepak bola, bukan semata ledakan emosi sesaat.

Dengan poster-poster yang masih menempel di toko resmi klub, tekanan atas hasil derbi tersebut belum benar-benar mereda. Hubungan tim dan suporter kini kembali diuji, sementara sorotan tetap tertuju pada langkah pembenahan setelah kekalahan yang meninggalkan luka bagi Arema FC.

Source: jatim.tribunnews.com
Exit mobile version