Kritik Salah ke Slot Memantik Reaksi Carragher, Liverpool Diperingatkan Soal Dampaknya

Sorotan terhadap Mohamed Salah tidak lagi berhenti di soal performa di lapangan. Komentarnya yang menyinggung arah permainan Liverpool justru memicu perdebatan baru, karena ia meminta klub kembali ke identitas menyerang yang ia sebut sebagai “heavy metal”.

Pernyataan itu membuat posisinya kembali diperiksa dari berbagai sisi. Di tengah statusnya sebagai pemain inti yang masih berada di skuad utama, nada kritik Salah kepada klub dan Arne Slot dinilai sejumlah pihak tidak selaras dengan perannya saat ini.

Reaksi paling keras datang dari Jamie Carragher. Mantan bek Liverpool itu menilai Salah terlalu mengutamakan kepentingan pribadi dan tidak menempatkan kebutuhan tim di posisi pertama.

Carragher kemudian menarik perbandingan yang cukup tajam. Ia menyamakan langkah Salah dengan Cristiano Ronaldo pada periode keduanya di Manchester United, ketika sang penyerang juga bersinggungan dengan manajer dan klub.

Menurut Carragher, pola yang muncul terlihat mirip. Ronaldo sempat tersingkir dari skuad utama, lalu menyerang Erik ten Hag dan menyalahkan klub, sebelum akhirnya situasi itu berujung pada kepergiannya dari Old Trafford.

Ia mengatakan kepada Sky Sports bahwa dirinya sudah memperkirakan ketegangan semacam ini akan mencapai puncaknya pada akhir musim. Carragher bahkan menyebut Salah seperti menjatuhkan “bom” seperti yang dilakukan Ronaldo ketika meninggalkan Manchester United.

Yang membuat komentar Salah semakin ramai dibahas adalah waktunya. Liverpool sedang berada dalam fase penting dalam persaingan menuju tiket Liga Champions musim depan, sehingga kritik terbuka di saat seperti itu dianggap tidak membantu suasana tim.

Carragher menilai kondisi itu seharusnya menuntut ketenangan. Bagi dia, perhatian klub semestinya tertuju penuh pada pertandingan dan target musim ini, bukan pada polemik internal yang muncul dari pernyataan seorang pemain kunci.

Situasi ini juga membuat hubungan antara Salah dan Slot ikut menjadi pusat perhatian. Sorotan makin besar karena Salah belakangan kerap dicadangkan, sehingga komentarnya dibaca sebagai tanda adanya ketegangan antara bintang tim dan staf pelatih.

Dalam perbandingan yang dia bangun, Carragher merujuk pada kisah Ronaldo di Manchester United. Pada musim 2022/23, Ronaldo mengaku sakit hati kepada Ten Hag karena lebih sering menjadi pemain cadangan dan hanya tampil sebagai cameo.

Setelah itu, Ronaldo meninggalkan Manchester United pada awal 2023 dan bergabung dengan Al Nassr. Sesudah hengkang, ia melontarkan kritik keras terhadap mantan klubnya, termasuk pernyataan bahwa United belum berubah lebih baik sejak kedatangannya pada 2003.

Ia juga menyebut Ten Hag tidak mengerti apa-apa soal sepakbola. Rangkaian peristiwa itulah yang membuat analogi Carragher terhadap Salah terasa begitu tajam dan langsung menyita perhatian publik.

Bagi Liverpool, persoalan ini kini bukan lagi sekadar soal satu unggahan di media sosial. Yang ikut dipertaruhkan adalah harmoni ruang ganti, peran Salah di bawah Slot, dan cara klub merespons kritik dari salah satu nama paling berpengaruh di tim.

Baca Juga

Back to top button