Kenyamanan saat haid sering ditentukan oleh hal yang tampak sederhana, termasuk posisi tubuh ketika berbaring. Saat kram mulai datang dan punggung ikut pegal, memilih cara tidur yang lebih tepat dapat membantu tubuh terasa lebih tenang sepanjang malam.
Bagi sebagian orang, masalahnya bukan hanya nyeri perut. Kekhawatiran soal tidur yang terputus dan rasa tidak nyaman saat berganti posisi juga dapat membuat malam terasa lebih berat, padahal kurang tidur justru bisa memperparah gejala haid.
Salah satu pilihan yang paling sering disarankan adalah posisi fetal. Tubuh dibuat meringkuk dengan lutut ditarik perlahan ke arah dada agar tekanan pada otot perut berkurang dan kram lebih terkendali.
Meski begitu, posisi ini tidak perlu dibuat terlalu menekuk. Tubuh tetap perlu dijaga santai supaya tidak muncul rasa kaku atau tidak nyaman tambahan saat tidur.
Pilihan yang lebih longgar untuk tetap nyaman
Tidak semua orang cocok dengan posisi fetal yang rapat. Karena itu, tidur menyamping tanpa menekuk lutut terlalu dalam bisa menjadi alternatif yang lebih longgar.
Posisi ini tetap membantu mengurangi tekanan pada perut sambil menjaga tulang belakang tetap netral. Pada saat yang sama, tubuh bisa lebih stabil sehingga tidak perlu sering berubah posisi di tengah malam.
Kondisi haid juga diketahui dapat membuat seseorang lebih sering terbangun saat tidur. Dengan posisi yang lebih stabil, kualitas istirahat berpeluang terasa lebih baik karena tubuh tidak terus-menerus mencari posisi nyaman baru.
Terlentang juga punya manfaat
Selain menyamping, tidur terlentang dapat dipertimbangkan karena memberi tekanan yang lebih ringan pada area perut dibandingkan tidur tengkurap. Dampaknya, rasa kram bisa terasa lebih ringan saat tubuh beristirahat.
Posisi terlentang juga disebut membantu mengurangi nyeri punggung. Untuk menambah kenyamanan, bantal bisa diletakkan di bawah lutut agar tekanan pada punggung bawah ikut berkurang.
Bantal sederhana bisa membantu
Dukungan tambahan dari bantal sering kali memberi efek besar saat haid. Saat tidur menyamping atau dalam posisi fetal, bantal dapat memberi rasa aman dan stabil pada tubuh.
Memeluk bantal juga membantu mencegah tubuh berguling ke posisi tengkurap, yang berpotensi memperparah nyeri. Selain itu, bantal yang ditempatkan di antara lutut atau dekat perut dapat memberi tekanan lembut yang terasa menenangkan.
Cara ini tidak membutuhkan alat khusus, tetapi tetap dapat membantu otot lebih rileks. Bagi banyak orang, dukungan sederhana justru menjadi pembeda antara tidur yang gelisah dan tidur yang lebih nyaman.
Kaki diangkat sebentar sebelum tidur
Ada juga teknik legs-up-the-wall yang bisa dicoba sebelum berbaring semalaman. Caranya dengan mengangkat kaki ke dinding selama 10–15 menit.
Posisi ini dapat membantu mengurangi pembengkakan dan meningkatkan aliran darah ke area panggul. Manfaat lainnya termasuk membantu mengurangi retensi cairan dan meredakan ketegangan di punggung bawah.
Setelah itu, tubuh bisa kembali ke posisi menyamping atau terlentang agar tetap nyaman hingga pagi. Karena respons setiap orang terhadap posisi tidur saat haid bisa berbeda, memilih posisi yang paling mengurangi tekanan pada perut menjadi langkah yang paling penting.
Source: www.beautynesia.id