Kosmetik Terlihat Menarik Belum Tentu Aman, Ini Tanda Bahaya yang Perlu Dicek Dulu

Pemeriksaan sederhana sebelum membeli kosmetik bisa membantu konsumen menghindari produk yang bermasalah. Di tengah ramainya penjualan di marketplace, tanda awal kosmetik berbahaya justru sering terlihat dari hal-hal yang mudah diamati, seperti tampilan fisik, informasi kemasan, dan reaksi kulit setelah dipakai.

Dosen Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, apt RR Sabtanti Harimurti, mengingatkan bahwa keamanan kosmetik tidak cukup dinilai dari promosi atau harga yang murah. Kejelasan komposisi, legalitas, dan kondisi fisik produk perlu menjadi perhatian utama sebelum produk digunakan.

Kemasan dan legalitas jadi titik awal pemeriksaan

Informasi pada kemasan memberi banyak petunjuk penting tentang keamanan sebuah produk. Kosmetik yang aman umumnya mencantumkan komposisi lengkap dan nomor registrasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM.

Sabtanti menegaskan bahwa produk tanpa komposisi yang jelas dan tanpa nomor registrasi BPOM patut diwaspadai. Identitas produsen juga perlu terlihat jelas karena kejelasan asal-usul produk menjadi bagian penting dalam menilai kelayakan kosmetik.

Warna dan tekstur dapat memberi sinyal awal

Selain kemasan, tampilan fisik produk juga bisa menjadi petunjuk. Kosmetik yang mengandung pewarna berbahaya umumnya tampak terlalu mencolok dan terlihat lebih mengilap saat terkena cahaya.

Ciri visual seperti itu memang tidak otomatis membuktikan adanya zat berbahaya. Namun, tanda tersebut cukup menjadi alasan untuk lebih berhati-hati sebelum membeli atau memakainya.

Tekstur juga perlu diperhatikan karena sejumlah kosmetik berbahaya disebut memiliki campuran yang tidak merata. Produk seperti ini bisa tampak menggumpal di bagian tertentu dan menunjukkan komposisi yang tidak stabil.

Respons kulit setelah pemakaian tidak boleh diabaikan

Tanda bahaya tidak selalu muncul dari tampilan luar produk. Setelah digunakan, kulit bisa memberi sinyal jika produk tidak cocok atau memicu masalah.

Jika muncul gatal, rasa panas, atau iritasi, penggunaan sebaiknya segera dihentikan. Semakin cepat produk dihentikan, semakin kecil risiko timbulnya dampak yang lebih serius.

Pengecekan kini bisa dilakukan secara digital

Di tengah derasnya penjualan kosmetik secara daring, konsumen juga dapat memanfaatkan layanan digital untuk memeriksa legalitas produk. BPOM telah menyediakan layanan dan aplikasi yang memudahkan masyarakat mengecek apakah suatu kosmetik sudah terdaftar resmi atau belum.

Langkah ini penting terutama saat berbelanja di marketplace yang menawarkan banyak pilihan dengan harga beragam. Pemeriksaan lebih dulu membantu konsumen mengurangi risiko memakai kosmetik yang tidak aman atau tidak memiliki izin edar yang jelas.

Kewaspadaan sejak awal menjadi kunci ketika produk terlihat menarik, tetapi informasi dasarnya tidak lengkap. Pemeriksaan pada warna, tekstur, kemasan, legalitas BPOM, dan reaksi kulit dapat membantu konsumen mengambil keputusan yang lebih aman sebelum memakai kosmetik.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version