Kongres FFI 2026 Menetapkan Identitas Baru Futsal Indonesia, AD/ART Dan Susunan Pengurus Ikut Berubah

Perubahan besar sedang terjadi di tubuh futsal nasional. Federasi Futsal Indonesia kini resmi memakai nama baru, Asosiasi Futsal Indonesia, setelah Kongres Biasa FFI 2026 yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (12/5).

Langkah ini menandai penyesuaian identitas organisasi agar lebih selaras dengan posisi futsal Indonesia di bawah PSSI dan FIFA. Bagi pengurus, pembaruan nama bukan sekadar administratif, melainkan bagian dari upaya membangun tata kelola yang lebih rapi dan profesional.

Kongres tersebut dihadiri perwakilan Asosiasi Futsal Provinsi serta delegasi klub anggota. Dalam forum itu, perubahan nama menjadi keputusan paling menonjol dan sekaligus menegaskan arah baru pengelolaan futsal nasional.

Ketua Umum FFI, Michael Victor Sianipar, menyebut keputusan itu akan dilaporkan kepada PSSI untuk ditindaklanjuti agar tetap sesuai dengan statuta organisasi. Dengan begitu, perubahan yang diambil tidak berdiri sendiri, melainkan masuk dalam kerangka kelembagaan yang sudah berlaku.

Selain nama, peserta kongres juga menyetujui penyesuaian Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga atau AD/ART. Michael mengatakan perubahan itu mengacu pada statuta PSSI 2025 dan sudah mendapat persetujuan dari peserta kongres.

Agenda kongres tidak berhenti pada urusan identitas dan aturan dasar. Pembahasan juga menyentuh pencapaian timnas futsal serta perkembangan liga, yang menjadi bagian penting dalam membaca kondisi futsal nasional saat ini.

Dari sisi struktur pengurus, kongres menghasilkan sejumlah perubahan. Posisi sekretaris jenderal kini diisi Budi Setiawan, menggantikan Perbagir Raj.

Ada pula penyesuaian di kursi wakil ketua umum. Novel Leonardo kini menjabat sebagai Waketum 2 dan akan mendampingi Atta Halilintar yang lebih dulu mengisi posisi wakil ketua umum.

Michael menilai penataan organisasi ini penting untuk memperkuat tata kelola futsal nasional. Menurut dia, perubahan tersebut dibutuhkan agar organisasi bisa bekerja lebih efektif dan lebih selaras dengan arah pembinaan olahraga yang lebih luas.

Di balik semua pembaruan itu, ada dorongan agar futsal Indonesia naik kelas. Michael menyebut langkah ini sejalan dengan pesan Ketua Umum PSSI Erick Thohir agar futsal ikut berkembang bersama penguatan organisasi.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pusat dan daerah dalam membangun ekosistem futsal yang lebih solid. Pembaruan di tingkat pusat, menurut dia, perlu diteruskan hingga level daerah supaya pembinaan berjalan lebih terhubung.

Dengan nama baru, penyesuaian AD/ART, dan susunan pengurus yang diperbarui, Asosiasi Futsal Indonesia kini memasuki fase baru dalam pengelolaan futsal di Indonesia. Seluruh perubahan itu memperlihatkan upaya untuk menempatkan futsal nasional dalam satu ekosistem yang lebih terintegrasi bersama PSSI.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button