Bagi banyak rumah tangga, kabar paling melegakan dari rencana transisi LPG ke CNG bukan soal jenis gasnya, melainkan soal kompor yang sudah ada di dapur. Pemerintah memastikan kompor gas rumah tangga tetap bisa dipakai, sehingga pengguna tidak harus langsung membeli perangkat baru.
Kepastian itu membuat perhatian bergeser ke pilihan kompor yang paling masuk akal untuk kebutuhan harian. Kompor dua tungku kembali mencuri perhatian karena dinilai pas untuk dapur keluarga, tidak memakan banyak tempat, dan tetap fleksibel untuk pemakaian jangka panjang.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa penggunaan CNG dirancang agar praktis dan tidak membebani masyarakat. Ia juga menegaskan kompor tidak perlu diganti, karena pengguna cukup melakukan sambungan dan gas akan mengalir.
Kompor lama tetap aman dipakai
Kepastian bahwa kompor lama tetap kompatibel penting karena transisi energi sering kali diasosiasikan dengan biaya tambahan. Dalam hal ini, pengguna tidak otomatis dibebani pengeluaran baru hanya untuk menyesuaikan dapur dengan CNG.
Hal tersebut membuat pilihan membeli kompor baru menjadi lebih didasarkan pada kebutuhan, bukan keharusan. Banyak orang kini lebih melihat apakah kompor yang dipakai sudah cukup kuat, apinya stabil, dan mudah dirawat untuk penggunaan harian.
Rinnai, pilihan dengan model paling beragam
Di antara kompor dua tungku yang banyak dilirik, Rinnai termasuk merek yang paling dikenal di Indonesia. Produk ini punya reputasi pada burner yang stabil dan konstruksi yang kokoh untuk pemakaian jangka panjang.
Variasi modelnya juga cukup luas, mulai dari kompor meja sederhana sampai kompor tanam dengan material tempered glass. Harga kompor gas dua tungku Rinnai umumnya berada di kisaran Rp300 ribuan hingga Rp3 jutaan.
Banyak pengguna memilih Rinnai karena kualitas apinya cenderung merata dan hemat gas. Suku cadangnya juga relatif mudah ditemukan di berbagai daerah, sehingga menjadi nilai tambah bagi pemakaian yang panjang.
Miyako, ramah di kantong dan praktis
Jika pertimbangan utama adalah harga yang lebih terjangkau, Miyako sering masuk daftar pilihan keluarga. Kompor dua tungku merek ini hadir dengan desain simpel dan fokus pada fungsi utama.
Api yang dihasilkan dinilai cukup stabil untuk kebutuhan sehari-hari, seperti menumis, merebus, dan menggoreng. Perawatannya juga mudah, sehingga cocok bagi pengguna yang ingin kompor awet tanpa penanganan rumit.
Harga kompor gas dua tungku Miyako biasanya berada di rentang Rp200 ribuan sampai Rp600 ribuan. Kisaran itu membuatnya menarik bagi pengguna yang ingin produk fungsional, awet, dan tetap ramah di kantong.
Maspion dan Winn tetap punya tempat
Maspion juga sering dipertimbangkan karena dikenal lama lewat peralatan rumah tangga yang tahan lama. Kompor dua tungku merek ini umumnya hadir dengan desain klasik yang sederhana dan mudah dibersihkan.
Sebagian besar model Maspion berupa kompor meja tanpa banyak fitur tambahan. Justru kesederhanaan itu yang membuatnya dinilai awet untuk penggunaan bertahun-tahun, dengan harga umum di kisaran Rp250 ribuan sampai Rp700 ribuan.
Winn menawarkan opsi lain bagi pengguna yang mencari kompor ekonomis dan fungsional. Harga kompor gas dua tungku Winn umumnya berada di kisaran Rp300 ribuan sampai Rp800 ribuan.
Meski berada di kelas budget, performa apinya disebut cukup stabil untuk kebutuhan memasak ringan hingga sedang. Desainnya sederhana dan mudah dipasang, sehingga cocok untuk rumah kecil, kos, atau sebagai kompor tambahan di rumah.
Apa yang paling penting saat memilih
Dengan kompor lama yang tetap bisa dipakai saat transisi ke CNG, keputusan membeli kompor baru menjadi lebih personal. Pengguna yang sering memasak biasanya akan menaruh perhatian pada kestabilan api, kekuatan bodi, dan kemudahan mendapatkan suku cadang.
Sebaliknya, pengguna yang mengejar efisiensi anggaran cenderung memilih produk yang menawarkan fungsi dasar dengan perawatan praktis. Dalam kelompok ini, Miyako, Maspion, dan Winn sering dianggap relevan, sementara Rinnai unggul bagi yang ingin variasi model lebih luas dan performa yang stabil.
Source: www.suara.com