Komodo Penangkaran KBS Naik Kelas, Jepang Siapkan 10 Tahun Fasilitas Breeding

Kebun Binatang Surabaya menempatkan kerja sama konservasi komodo ke tahap yang lebih konkret dengan mengirim sepasang komodo hasil penangkaran ke iZoo Shizuoka, Jepang. Pengiriman ini dilakukan sebagai bagian dari skema breeding loan yang sudah disepakati kedua lembaga untuk mendukung pelestarian satwa langka tersebut.

Kesepakatan kerja sama itu ditandai lewat penandatanganan MoU bertajuk “United for Wildlife” di KBS Surabaya. Dalam skema tersebut, komodo yang dipinjamkan tetap tercatat sebagai bagian dari program konservasi dan wajib kembali ke Indonesia setelah masa pinjaman lima tahun berakhir.

Komodo hasil penangkaran menjadi fokus kerja sama

Dua komodo yang diberangkatkan ke Jepang bukan satwa tangkapan alam, melainkan hasil pengembangbiakan di lingkungan penangkaran KBS. Direktur Operasional KBS, Nurika Widyasanti, menyebut keberangkatan itu sebagai bukti bahwa konservasi ex-situ yang dijalankan KBS telah menghasilkan capaian yang nyata.

Menurut Nurika, komodo termasuk satwa yang berhasil berkembang biak di kebun binatang tersebut. Karena itu, pengiriman sepasang komodo ini tidak hanya dipandang sebagai perpindahan satwa, tetapi juga sebagai langkah memperluas manfaat konservasi melalui kemitraan internasional.

Skema pinjaman lima tahun dan proses lanjutan

Breeding loan yang digunakan bersifat sementara dan diikat melalui perjanjian resmi antara KBS dan iZoo Shizuoka. Setelah masa pinjaman selesai, kedua komodo akan kembali ke Indonesia sesuai ketentuan yang sudah disepakati bersama.

Nurika menjelaskan bahwa setelah MoU ditandatangani, masih ada tahapan administrasi yang harus diselesaikan sebelum satwa diberangkatkan. Proses itu diperlukan agar pemindahan komodo tetap mengikuti prosedur konservasi dan memperhatikan kesejahteraan satwa.

Usia produktif untuk pengembangbiakan

Komodo yang dikirim ke Jepang berada pada kisaran usia sekitar 8 hingga 12 tahun. Rentang usia tersebut dinilai produktif untuk mendukung breeding sekaligus membantu memperkuat keragaman genetik dalam program pengembangbiakan.

Bagi KBS, tujuan utamanya tetap sama, yakni menjaga keberlanjutan populasi komodo. Upaya seperti ini dipandang penting untuk menekan risiko penurunan jumlah spesies yang pada akhirnya bisa meningkatkan ancaman kepunahan.

Pemantauan tetap dilakukan selama berada di Jepang

Selama masa pinjaman, KBS dan iZoo akan terus memantau kondisi komodo secara rutin. Kedua pihak juga akan menyampaikan laporan tahunan dan berkoordinasi cepat jika ada perubahan pada kesehatan satwa.

Pola pengawasan ini menunjukkan bahwa kerja sama tidak berhenti pada tahap pengiriman saja. Konservasi tetap berjalan meski komodo berada di Jepang, dengan perhatian pada kondisi fisik dan kemampuan adaptasi satwa di fasilitas baru.

Fasilitas iZoo disiapkan sejak lama

Dari pihak Jepang, Director of iZoo Japan, Tsuyoshi Shirawa, menyebut fasilitas untuk mendukung keberadaan komodo sudah disiapkan selama 10 tahun. Kandang yang digunakan juga disesuaikan dengan iklim asli Indonesia agar satwa dapat beradaptasi lebih baik.

Persiapan tersebut menjadi bagian penting dari program breeding bersama KBS. Dengan fasilitas yang dirancang khusus dan pemantauan yang berkelanjutan, kerja sama ini diarahkan untuk memberi kontribusi nyata bagi pelestarian komodo di tingkat internasional.

Source: www.jawapos.com
Exit mobile version