Persiapan haji Ashanty ternyata tidak hanya berkutat pada urusan ibadah dan kesehatan. Di tengah agenda yang padat, ia justru dihadapkan pada satu persoalan yang terdengar sepele tetapi cukup menyita perhatian, yakni menumpuknya kiriman baju dari orang-orang terdekat.
Ashanty mengatakan dirinya tidak perlu membeli busana khusus untuk berhaji karena sudah menerima banyak pakaian kiriman. Jumlahnya membuat ia harus memilah lagi mana yang benar-benar akan dibawa dan mana yang tidak.
Bantuan datang dari banyak sahabat dan kolega yang ikut menyiapkan keperluan keberangkatan. Salah satu nama yang disebut ikut membantu adalah Ivan Gunawan, namun dukungan semacam itu justru membuat pilihan busana semakin banyak dan belum sepenuhnya tersaring.
Situasi tersebut membuat salah satu kebutuhan praktis menjelang keberangkatan belum tuntas. Ashanty masih harus menentukan pakaian yang paling tepat untuk dipakai selama menjalankan ibadah haji bersama Anang Hermansyah.
Di balik urusan baju yang menumpuk, keberangkatan haji ini punya makna besar bagi pasangan tersebut. Ashanty dan Anang diketahui sudah sempat dua kali gagal berangkat, sehingga kesempatan kali ini menjadi momen yang sangat dinanti.
Namun, persiapan mereka belum bisa dibilang selesai. Ashanty menyebut kesiapan keberangkatannya baru sekitar 50 persen karena jadwalnya belakangan ini sangat padat.
Sejumlah agenda menumpuk dalam waktu berdekatan dan membuat fokusnya terbagi. Ia masih harus melewati ujian tertutup S3, pekerjaan ke Korea, ujian terbuka, dan persiapan wisuda sebelum benar-benar bisa menuntaskan urusan haji.
Setelah rangkaian itu selesai, barulah ia bisa lebih leluasa memusatkan perhatian pada persiapan akhir. Karena itu, urusan yang tampak sederhana seperti memilih baju justru ikut tertunda di tengah banyaknya kewajiban lain.
Ashanty juga masih memikirkan kondisi kesehatannya. Ia mengaku autoimun dan sinusitis yang dideritanya menjadi perhatian utama sebelum berangkat.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia sudah berkonsultasi dengan dokter. Ia bahkan sempat mempertimbangkan operasi, tetapi rencana itu ditunda karena jadwal haji sudah dekat.
Sebagai langkah lanjutan, Ashanty mendapat obat untuk dipakai sekitar 1,5 bulan selama menjalankan ibadah. Meski begitu, ia tetap merasa khawatir karena keluhan kesehatannya kerap muncul, terutama saat sujud dan ketika naik pesawat.
Di tengah rasa syukur karena akhirnya mendapat kesempatan berhaji, Ashanty kini masih menata dua hal sekaligus: kesiapan fisik dan urusan teknis. Kiriman busana dari banyak teman memang menunjukkan besarnya dukungan, tetapi bagi dirinya, tumpukan pakaian itu tetap harus disaring sebelum keberangkatan tiba.
Source: www.beritasatu.com




