Keunggulan Dua Gol Inter Sirna Di Turin, Simeone Paksa Pesta Juara Ditunda

Inter Milan belum bisa merayakan gelar juara lebih cepat setelah duel di markas Torino berakhir 2-2. Hasil ini membuat pesta Scudetto Nerazzurri harus ditunda, meski mereka sempat berada dalam posisi sangat nyaman.

Pertandingan di Stadion Olimpiko Grande Torino sempat terlihat akan berjalan sesuai rencana Inter. Tim asuhan Christian Chivu mengendalikan babak pertama dan membangun keunggulan dua gol sebelum situasi berubah drastis setelah jeda.

Torino justru tampil lebih berani pada paruh kedua dan memaksa Inter bertahan lebih dalam. Perubahan tempo itu membuat laga yang semula dikuasai Nerazzurri bergeser menjadi milik tuan rumah, yang terus menekan hingga membalikkan momentum pertandingan.

Marcus Thuram membuka skor lewat sundulan yang memberi Inter start ideal. Setelah itu, Yann Bisseck ikut menyumbang gol setelah memaksimalkan dua umpan matang Federico Dimarco, sehingga Inter sempat tampak berada di jalur kemenangan penuh.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan sampai akhir. Torino menolak menyerah dan mulai menekan lebih agresif setelah turun minum, membuat Inter kehilangan ketenangan dalam menjaga ruang dan irama permainan.

Momen penting datang pada menit ke-70 ketika Giovanni Simeone mencetak gol yang menghidupkan kembali harapan tuan rumah. Penyerang asal Argentina itu menuntaskan aksinya dengan sentuhan akhir berupa cungkilan bola melewati kiper, sebuah penyelesaian yang mengubah arah pertandingan.

Gol Simeone bukan hanya memangkas jarak, tetapi juga mengangkat atmosfer stadion. Inter yang sebelumnya terlihat mengontrol pertandingan mulai kesulitan meredam serangan Torino dan gagal mengembalikan dominasi mereka seperti di babak pertama.

Tekanan Torino akhirnya berbuah penalti sekitar sepuluh menit kemudian. Nikola Vlasic mengeksekusinya dengan tenang untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2, sekaligus memupus peluang Inter membawa pulang tiga poin dari Turin.

Hasil seri ini punya dampak besar bagi perburuan gelar. Inter masih memimpin klasemen dengan keunggulan sepuluh poin atas Napoli, tetapi hitung-hitungan juara belum selesai karena kemenangan Napoli atas Cremonese ikut memengaruhi situasi perebutan Scudetto.

Menurut laporan agenziagiornalisticaopinione.it, Inter masih membutuhkan empat poin lagi untuk mengunci titel. Artinya, kesempatan memastikan gelar bergeser ke laga berikutnya dan tidak bisa diselesaikan di markas Torino.

Skenario itu membuka peluang bagi Inter untuk merayakan Scudetto di San Siro saat menghadapi Parma. Bagi Nerazzurri, hasil di Turin terasa sangat menyakitkan karena mereka sudah memegang kendali pertandingan dan hanya tinggal menjaga keunggulan dua gol.

Di tengah perhatian pada hasil laga, nama Simeone kembali mencuri sorotan berkat perannya yang menentukan. TyC Sports melaporkan penyerang berusia 30 tahun itu memiliki nilai pasar sekitar lima juta euro dan masih terikat kontrak dengan Torino hingga Juni 2028.

Laporan yang sama juga menyebut River Plate sedang menjajaki opsi peminjaman dengan klausul pembelian untuk memulangkan pemain didikannya tersebut. Meski begitu, momen yang paling terasa di laga ini tetap kontribusi Simeone yang menghentikan langkah Inter menuju perayaan juara.

Inter juga belum bisa menurunkan Lautaro Martinez, yang hanya berada di bangku cadangan karena cedera otot. Absennya peran sang kapten di lapangan menambah catatan pada laga yang sempat terlihat sempurna bagi Nerazzurri, sementara Torino tetap bertahan di posisi ke-13 klasemen Serie A setelah mengamankan satu poin penting.

Exit mobile version