Kesepakatan Bonus Samsung Lolos, Ancaman Mogok Massal Kian Menyurut

Kesepakatan upah sementara di Samsung Electronics hampir saja mencegah eskalasi besar dalam hubungan industrial perusahaan itu. Lebih dari 70 persen anggota serikat pekerja akhirnya menyetujui paket tersebut, sehingga ancaman mogok besar-besaran yang sempat mengemuka kini mereda.

Pemungutan suara digelar pada 22-27 Mei dan diikuti 55.333 dari 57.332 anggota yang memenuhi syarat. Dari jumlah itu, 44.606 suara mendukung kesepakatan, dengan tingkat persetujuan 80,6 persen.

Dukungan tidak merata di internal serikat
Meski hasil gabungan menunjukkan mayoritas kuat, dukungan di dalam organisasi pekerja tidak tersebar merata. Di Serikat Pekerja Samsung Electronics Nasional, 7.283 dari 8.261 anggota ikut memberikan suara, tetapi hanya 1.536 orang yang menyatakan setuju.

Tingkat persetujuan di serikat itu hanya 21,1 persen. Namun, ketika seluruh suara digabung, tingkat persetujuan tetap mencapai 73,7 persen dan cukup untuk meratifikasi kesepakatan sementara tersebut.

Mogok besar nyaris terjadi
Kesepakatan itu ditandatangani pada 20 Mei, hanya beberapa jam sebelum serikat pekerja dijadwalkan melakukan pemogokan umum keesokan harinya. Situasi ini memperlihatkan betapa dekatnya Samsung Electronics dengan aksi industrial yang lebih luas.

Pola seperti itu bukan hal baru dalam perundingan perusahaan. Negosiasi upah dan bonus Samsung Electronics untuk 2026 juga sebelumnya baru tercapai lewat kompromi di menit terakhir.

Bonus kinerja untuk divisi chip jadi pusat tarik-menarik
Inti pembahasan berada pada bonus kinerja manajemen khusus bagi karyawan di divisi Device Solutions, unit yang memproduksi chip. Skema ini menggunakan 10,5 persen laba operasi perusahaan dan dibayarkan dalam bentuk saham treasuri.

Dana bonus tersebut membentuk skema khusus yang nilainya setara 10,5 persen dari laba operasi bisnis semikonduktor. Penerimanya adalah karyawan Device Solutions yang menangani operasi chip Samsung.

Jika Samsung Electronics membukukan laba operasi 300 triliun won atau Rp 3.562 triliun tahun ini, karyawan bisnis memori dengan gaji tahunan 100 juta won dapat menerima sekitar 550 juta won sebagai bonus manajemen khusus sebelum pajak. Selain itu, bonus itu akan dibayar dalam bentuk saham perusahaan.

Total kompensasi bisa naik lebih jauh
Di luar bonus khusus tersebut, masih ada insentif laba berlebih reguler perusahaan yang dibatasi sampai 50 persen dari gaji tahunan. Jika kedua komponen itu digabungkan, total kompensasi terkait kinerja dapat mencapai sekitar 600 juta won.

Kesepakatan ini diharapkan menenangkan perselisihan perburuhan yang sudah berlangsung sejak tahun lalu. Meski begitu, ketegangan internal belum sepenuhnya hilang karena masih ada langkah hukum dari serikat lain.

Serikat Pekerja Samsung Electronics Company, yang merupakan serikat pekerja terbesar ketiga dan sebagian besar anggotanya berasal dari divisi Device Experience pembuat perangkat, mengajukan perintah pengadilan pada hari Selasa untuk menghentikan proses pemungutan suara. Serikat itu juga menyiapkan gugatan terpisah untuk membatalkan kesepakatan tersebut.

Source: www.cnbcindonesia.com
Exit mobile version