Kesenjangan Kerja Perempuan Masih Lebar, Grab Buka Jalur Masuk ke Dunia Teknologi

Grab memilih jalur yang tidak biasa untuk mendorong lebih banyak perempuan masuk ke dunia teknologi. Lewat STEM Talks, perusahaan itu membawa isu karier digital langsung ke kampus dan mempertemukan mahasiswi dengan sosok yang sudah lebih dulu menekuni bidang tersebut.

Langkah ini terasa relevan karena kesenjangan di pasar kerja masih lebar. Data Badan Pusat Statistik dalam laporan “Perempuan dan Laki-laki di Indonesia 2024” menunjukkan baru 52,86 persen perempuan usia kerja yang aktif bekerja, sementara angka pada laki-laki mencapai 79,85 persen.

Kesenjangan yang paling nyata muncul setelah lulus kuliah

Masalahnya tidak berhenti pada akses pendidikan. Pada lulusan perguruan tinggi, tingkat pengangguran sarjana perempuan tercatat 18,66 persen, hampir dua kali lipat dibanding laki-laki yang sebesar 8,16 persen.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa perempuan sering menghadapi hambatan paling besar justru saat masuk ke dunia kerja profesional. Situasi ini membuat transisi dari bangku kuliah ke industri menjadi tahap yang sangat menentukan.

Dalam konteks itu, Grab Indonesia mencoba memperkenalkan peluang karier teknologi sejak dini. Perusahaan menilai ruang berkembang di sektor digital masih terbuka luas bagi perempuan muda, selama mereka mendapat akses, dukungan, dan contoh yang dekat dengan realitas kerja.

STEM Talks dibawa langsung ke kampus

Untuk menjembatani kebutuhan itu, Grab menggelar STEM Talks bertema “Cracking the STEM World: From First Steps to Finding Your Place” pada 8 Mei 2026 di Dia.Lo.Gue, Jakarta. Acara tersebut dihadiri 75 mahasiswi dan mahasiswa yang diajak melihat lebih dekat peluang karier di bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika atau STEM.

Director of Digital & Sustainability Grab Indonesia, Rivana Mezaya, menekankan bahwa teknologi tidak hanya bertumpu pada kemampuan teknis. Menurut dia, teknologi juga membutuhkan empati dan keberanian memecahkan masalah, dua hal yang sering menjadi bekal penting dalam membangun karier di sektor digital.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengenalan karier teknologi tidak harus menunggu setelah lulus. Dengan membawa diskusi ke lingkungan kampus, Grab ingin memberi gambaran awal tentang dunia kerja yang sedang mereka hadapi di masa depan.

Sosok perempuan teknologi dijadikan contoh nyata

Acara itu juga menghadirkan figur yang bisa langsung dijadikan rujukan oleh peserta. Sabrina Anggraini, kreator konten sekaligus alumni MIT, serta Gabriella Kawilarang, Principal Product Manager Grab Indonesia, berbagi pengalaman tentang perjalanan karier, tantangan di lapangan, dan peluang yang bisa dikejar perempuan di STEM.

Formatnya dibuat interaktif agar peserta tidak hanya mendengar pemaparan satu arah. Para mahasiswa dan mahasiswi mengikuti focus group discussion “Ask Me Anything” dan dapat bertanya langsung kepada para pemimpin perempuan di Grab.

Topik yang dibahas mencakup lingkungan kerja di industri teknologi, pengembangan karier, hingga seluk-beluk pekerjaan di bidang product management dan software engineering. Dengan model diskusi seperti ini, peserta mendapat gambaran yang lebih dekat tentang bagaimana pekerjaan di sektor teknologi dijalankan sehari-hari.

Bagian dari dorongan pemberdayaan yang lebih luas

STEM Talks juga tidak berdiri sendiri sebagai agenda satu kali. Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan “Jejak Aksi Kartini Masa Kini” yang dijalankan Grab untuk mendukung pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan.

Lewat inisiatif tersebut, Grab ingin mendorong perempuan tidak hanya hadir di ekosistem perusahaan, tetapi juga menempati posisi strategis yang ikut menentukan arah kebijakan. Perusahaan menilai hal itu hanya bisa tercapai jika akses, ruang belajar yang suportif, jaringan profesional, dan inspirasi terus dibuka.

Di tengah tingginya pengangguran sarjana perempuan, pendekatan seperti ini memberi sinyal bahwa pintu masuk ke industri teknologi perlu dibuat lebih ramah. Bagi banyak mahasiswi, tantangannya bukan lagi sekadar lulus kuliah, melainkan bagaimana memperoleh jalur yang lebih adil untuk memulai karier.

Source: id.mashable.com
Exit mobile version