Kesenjangan bonus di Samsung memicu ketegangan baru di dalam perusahaan, kali ini bukan karena kinerja produk, melainkan karena cara imbalan dibagi antardivisi. Serikat pekerja yang banyak mewakili karyawan elektronik konsumen menilai skema bonus jumbo untuk divisi chip terlalu berat sebelah, dan mereka bersiap membawa persoalan ini ke pengadilan Korea Selatan.
Langkah hukum itu didorong oleh rasa tidak puas di kalangan pekerja unit smartphone, televisi, dan peralatan rumah tangga Samsung. Di saat karyawan semikonduktor diperkirakan menerima rata-rata 513 juta won atau sekitar Rs 3.25 crore, bonus untuk pekerja di lini lain disebut jauh lebih kecil.
Perselisihan di tengah bonus yang sangat besar
Menurut Reuters, Samsung Electronics Co Union atau SECU akan meminta pengadilan Korea Selatan menangguhkan paket bonus tersebut. Serikat ini memiliki sekitar 13.000 anggota, dan sebagian besar berasal dari divisi smartphone, televisi, serta peralatan rumah tangga Samsung.
Permintaan itu muncul setelah paket bonus disetujui oleh serikat pekerja terbesar Samsung. Kesepakatan tersebut mencakup sekitar 78.000 pekerja di divisi semikonduktor, dengan total nilai pengeluaran perusahaan diperkirakan mencapai sekitar $26.5 billion.
Pekerja konsumen merasa tertinggal
SECU menilai skema itu menciptakan jarak imbalan yang terlalu lebar antardivisi. Serikat tersebut melihat bahwa lonjakan keuntungan di unit chip tidak diikuti pembagian yang seimbang untuk pekerja di lini elektronik konsumen.
Ketegangan ini memperlihatkan perbedaan nasib di dalam Samsung. Divisi chip sedang berada di puncak permintaan, sementara smartphone dan TV tidak disebut memperoleh manfaat bonus sebesar yang diterima pekerja semikonduktor.
Sebelumnya, serikat itu juga sempat mengajukan injunction untuk menangguhkan pemungutan suara atas paket tersebut. Kini SECU dilaporkan akan menyerahkan dokumen baru pekan depan untuk merevisi permintaan itu, dengan harapan pengadilan memberi putusan dalam waktu satu bulan.
Bonus besar lahir dari kesepakatan yang alot
Paket bonus jumbo ini tidak lahir dalam situasi yang tenang. Kesepakatan itu tercapai setelah ancaman mogok selama 18 hari yang berpotensi mengganggu pasokan global semikonduktor dan chip memori.
Dalam kerangka kesepakatan yang dimediasi pemerintah, karyawan divisi semikonduktor berhak menerima bonus khusus yang dikaitkan langsung dengan laba operasional. Formula ini membuat besaran bonus mengikuti kinerja bisnis chip Samsung.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, bonus tahunan karyawan semikonduktor akan mencapai 10.5 persen dari laba operasional segmen itu. Pembayaran dilakukan dalam bentuk saham, ditambah 1.5 persen lagi dalam bentuk tunai.
Struktur pembayaran itu menjelaskan mengapa angka rata-rata bonus tampak begitu tinggi. Laporan menyebut pencairan rata-rata berada di level 513 juta won, atau sekitar $340,000, dengan porsi utama diberikan dalam bentuk saham.
Chip memori sedang jadi sumber pertumbuhan utama
Kenaikan kompensasi di divisi chip sangat erat kaitannya dengan lonjakan kebutuhan chip memori untuk pusat data AI. Bisnis semikonduktor Samsung disebut mencatat kenaikan laba hingga 49 kali lipat ketika permintaan dari datacenter AI terus meningkat.
Kekuatan divisi semikonduktor kini ikut mengangkat posisi Samsung di pasar. Perusahaan itu baru-baru ini menjadi perusahaan Asia kedua setelah TSMC yang menembus kapitalisasi pasar $1 trillion.
Dampaknya juga terasa bagi Korea Selatan. Samsung disebut menyumbang sekitar 12.5 persen dari produk domestik bruto, sementara chip memori mencakup sekitar 35 persen ekspor negara tersebut.
Karena itu, konflik bonus internal ini tidak berhenti pada urusan kompensasi karyawan. Setiap gangguan di divisi chip dapat menjalar ke rantai pasok global dan ikut memengaruhi ekonomi Korea Selatan, sementara protes dari pekerja elektronik konsumen menunjukkan bahwa keberhasilan satu unit bisnis belum tentu meredakan ketegangan di seluruh perusahaan.
Source: www.indiatoday.in