Kesehatan Jemaah Diuji Sejak Kloter Perdana Melaju ke Tanah Suci, 360 Orang Kalsel Memulai Haji 1447 H

Kesiapan petugas dan kondisi jemaah menjadi sorotan utama dalam keberangkatan kloter perdana haji dari Embarkasi Banjarmasin. Sebanyak 360 jemaah haji asal Kalimantan Selatan dari Kloter BDJ-01 akhirnya bertolak ke Tanah Suci dan sekaligus menandai dimulainya operasional haji 1447 H/2026 M di embarkasi tersebut.

Keberangkatan rombongan ini dilepas dari Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru pada pukul 00.45 Wita. Jadwal sempat bergeser sedikit karena proses mobilisasi jemaah menuju bandara memakai 10 bus, namun seluruh rangkaian tetap berlangsung tertib dan kondusif.

Banyak Jemaah Masuk Kelompok Risiko Tinggi

Perhatian besar diarahkan pada kondisi kesehatan jemaah di kloter pertama ini. Dokter Kloter BDJ-01, dr. Aldiya Jamila, menyampaikan bahwa 179 dari 360 jemaah termasuk kategori risiko tinggi.

Situasi tersebut membuat pemantauan kesehatan menjadi bagian penting selama perjalanan dan saat menjalankan ibadah di Arab Saudi. Dari data yang sama, sekitar 64 persen jemaah dalam kloter ini juga berusia 60 tahun ke atas.

Keluhan yang paling sering ditemui adalah hipertensi. Karena itu, petugas diminta menjaga agar kondisi fisik jemaah tetap stabil dan stamina mereka tidak menurun selama rangkaian ibadah.

Ada Tiga Jemaah Digantikan Jemaah Cadangan

Sebelum keberangkatan final, sempat muncul penyesuaian pada manifest. Tiga jemaah tidak bisa ikut terbang karena kendala kesehatan mendadak dan demensia.

Posisi mereka kemudian diisi oleh jemaah cadangan dari Kabupaten Banjar. Langkah ini dilakukan agar kuota kursi pesawat tetap terpenuhi dan keberangkatan kloter perdana tidak terganggu.

Pergantian tersebut juga menjaga susunan rombongan tetap berjalan sesuai kebutuhan operasional haji. Dengan begitu, seluruh kursi yang tersedia tetap dimanfaatkan tanpa mengurangi kelancaran proses pemberangkatan.

Pesan Gubernur untuk Menjaga Tenaga di Tanah Suci

Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin turut hadir melepas langsung keberangkatan jemaah di Embarkasi Haji Syamsudin Noor. Ia meminta jemaah lebih disiplin menjaga kondisi tubuh karena cuaca di Madinah dan Mekah menuntut fisik yang kuat.

Ia juga mengingatkan jemaah agar siap menghadapi puncak ibadah haji, termasuk saat wukuf. Pesan itu menegaskan pentingnya tidak memaksakan diri dan tetap mengutamakan kesehatan selama berada di Tanah Suci.

Sebagian besar jemaah pada kloter ini dinyatakan laik terbang setelah melewati pemeriksaan kesehatan. Meski demikian, kesiagaan petugas tetap dibutuhkan agar ibadah dapat dijalankan dengan aman dan nyaman.

Embarkasi Banjarmasin Mulai Layani Ribuan Jemaah

Keberangkatan kloter perdana menjadi penanda resmi masuknya layanan haji penuh di Embarkasi Banjarmasin. Embarkasi ini melayani jemaah dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dengan total 6.822 orang.

Dari jumlah tersebut, Kalimantan Selatan mengirim 5.187 jemaah dalam 14 kloter. Sementara itu, Kalimantan Tengah menyumbang 1.559 jemaah dalam 5 kloter, sehingga total keseluruhan mencapai 19 kloter.

Berdasarkan data Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalsel, rata-rata jemaah yang berangkat tahun ini merupakan pendaftar sejak periode 2011-2012. Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Dr. Eddy Khairani, memastikan seluruh petugas telah siap memberikan layanan maksimal selama operasional haji berlangsung.

Dengan 360 jemaah Kloter BDJ-01 resmi berangkat, perhatian kini mengarah pada kelancaran kloter-kloter berikutnya. Fokus utamanya tetap sama, yakni menjaga kesehatan jemaah agar perjalanan dan ibadah di Tanah Suci berjalan lancar.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button