Kerugian Edmunds di Charger Daytona Hampir Rp740 Juta, Mobilnya Pun Tak Disukai Pengujiannya

Bagi sebuah mobil listrik performa tinggi, angka di odometer ternyata tidak selalu menjadi masalah terbesar. Pada kasus Charger Daytona Scat Pack yang dipakai Edmunds, kerugian justru datang lebih cepat dari dugaan karena nilai jualnya jatuh sangat dalam hanya dalam waktu singkat.

Setelah sekitar setahun dipakai, unit 2024 Charger Daytona Scat Pack itu dilepas kembali ke pasar dengan selisih harga yang menyakitkan. Odometer mobil tersebut masih berada di bawah 7,000 miles, tetapi nilainya sudah merosot tajam hingga membuat Edmunds menelan rugi hampir $47,000.

Yang membuat cerita ini mencolok adalah fakta bahwa Edmunds membeli mobil itu dengan uang sungguhan. Dodge memang memberi sedikit diskon dari harga as-test sebesar $85,965, namun harga yang dibayar tetap mencapai $82,000.

Saat dijual 12 bulan kemudian, nilai pasarnya hanya sekitar $35,000. Dari sanalah muncul selisih yang membuat kerugian Edmunds mendekati $47,000 dan langsung menempatkan Charger Daytona dalam sorotan yang tidak menyenangkan.

Masalahnya tidak berhenti di depresiasi

Selama masa pemakaian, mobil ini juga tidak berhasil memberi pengalaman yang meyakinkan. Edmunds mencatat infotainment yang sering bermasalah, bunyi aneh dari drivetrain, dan perilaku software yang dinilai ganjil.

Reaksi internal tim pun terdengar keras. Seorang editor menyebut suara buatan Fratzonic sebagai “an insult to V8s everywhere”, sementara editor lain menilai mobil ini “boring”.

Keluhan lain ikut menambah daftar persoalan. Radius putarnya dianggap buruk, bodinya terlalu besar, pengereman regeneratif dinilai tidak konsisten, dan handling disebut tidak mampu menebus tenaga lurusnya.

Kombinasi itu membuat penggunaan harian Charger Daytona terasa jauh dari ekspektasi sebuah muscle car modern. Alih-alih menghadirkan karakter yang kuat, mobil ini justru memunculkan banyak gangguan kecil yang menumpuk.

Ada sisi yang tetap dipuji

Meski kritiknya tajam, tim Edmunds tidak sepenuhnya menolak mobil ini. Beberapa staf masih menyukai desainnya, kepraktisan hatchback yang lapang, serta jarak tempuh yang dianggap cukup baik untuk kelasnya.

Daytona dengan tenaga 670 hp, atau 679 PS dan 500 kW, tercatat mampu menempuh 255 miles atau 410 km dalam penggunaan nyata. Hasil itu justru melampaui estimasi EPA resmi yang hanya 216 miles atau 348 km.

Catatan tersebut memberi sedikit ruang positif di tengah banyak keluhan lain. Namun, angka jarak tempuh yang lebih baik dari perkiraan tetap tidak cukup untuk mengubah kesan keseluruhan selama setahun pemakaian.

Pada akhirnya, Edmunds menggambarkan Charger Daytona sebagai mobil besar dan mahal yang mengecewakan. Yang paling menonjol bukan hanya harga jualnya yang anjlok, tetapi juga kenyataan bahwa rasa suka terhadap mobil itu memang tidak pernah benar-benar tumbuh sejak awal.

Source: www.carscoops.com
Exit mobile version