Di tengah laju keuangan digital yang semakin terbuka, isu keamanan justru makin menonjol sebagai penentu utama arah pertumbuhan industri. Lonjakan pengguna platform aset keuangan digital yang sudah mencapai 17,17 juta dengan 77,32 juta transaksi sepanjang tahun berjalan menunjukkan minat pasar yang besar, tetapi juga mempertegas bahwa kepercayaan tidak boleh tertinggal dari inovasi.
Bagi Indodax, fase ini menandai bahwa industri aset digital di Indonesia sudah bergerak ke tahap yang lebih matang. Namun, kematangan itu hanya akan bertahan jika tata kelola, transparansi, dan keamanan ikut diperkuat agar pertumbuhan tidak mengorbankan perlindungan konsumen.
Kepercayaan jadi syarat dasar
Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, menilai tema “Guarding Trust and Creating Greater Economic Impact” sangat sesuai dengan situasi industri saat ini. Ia melihat kepercayaan bukan lagi pelengkap, melainkan fondasi yang menentukan keberlanjutan industri kripto dan crypto exchange di Indonesia.
Aloysia juga menekankan bahwa pertumbuhan industri harus berjalan seiring dengan perlindungan konsumen. Menurutnya, inovasi memang penting, tetapi ekosistem digital tetap harus aman bagi pengguna dan memiliki tata kelola yang kuat.
Industri bergerak ke tahap yang lebih dewasa
Pandangan serupa datang dari Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir, yang menilai keuangan digital Indonesia mulai memasuki fase yang lebih dewasa. Ia melihat fokus pelaku industri kini tidak lagi sebatas mengejar pangsa pasar, melainkan juga memperkuat kepatuhan, tata kelola, dan kepercayaan publik.
Pandu menegaskan pentingnya inovasi yang secure by design dan responsible by design. Menurutnya, pendekatan itu dibutuhkan agar teknologi keuangan bisa memberi dampak nyata bagi sektor riil sekaligus ditopang fondasi bisnis yang lebih sehat.
Regulator menempatkan perlindungan konsumen di depan
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa inovasi di sektor keuangan digital harus selalu berjalan bersama perlindungan konsumen. Ia menilai pertumbuhan industri tidak cukup hanya diukur dari ekspansi bisnis, karena keberlanjutan ekosistem juga harus dijaga.
Friderica menyebut artificial intelligence, big data analytics, cloud computing, dan blockchain sebagai enabler yang dapat memperluas inklusi serta efisiensi layanan keuangan digital. Teknologi itu diharapkan membantu menjangkau masyarakat dan pelaku usaha yang selama ini belum terlayani secara optimal.
Peran regulasi, literasi, dan keamanan platform
Sebagai regulated crypto exchange Indonesia yang telah terdaftar dan diawasi OJK, Indodax menempatkan penguatan regulasi dan literasi sebagai bagian yang tidak kalah penting dari pengembangan teknologi. Perusahaan juga terus memperkuat sistem keamanan dan transparansi platform untuk menjaga kepercayaan pengguna.
Edukasi publik tetap menjadi perhatian karena masyarakat perlu memahami potensi sekaligus risiko investasi aset kripto secara bijak. Aloysia menegaskan bahwa industri aset digital bukan hanya soal transaksi yang terus tumbuh, tetapi juga soal rasa aman yang dirasakan pengguna.
Arah pertumbuhan masih terbuka lebar
AFTECH dan OJK sama-sama memandang tata kelola dan keamanan sebagai inti ekosistem digital, bukan sekadar pelengkap. Pesan itu menguat dalam Rapat Umum Anggota AFTECH 2026 di Jakarta, saat para pelaku industri kembali menyoroti pentingnya inovasi yang tidak berjalan tanpa pengamanan memadai.
Dengan regulasi yang makin matang dan kolaborasi yang terus berlanjut antara regulator serta industri, ruang tumbuh keuangan digital Indonesia masih terbuka lebar. Ke depan, keseimbangan antara inovasi, perlindungan konsumen, dan tata kelola akan menjadi penentu utama apakah pertumbuhan itu benar-benar berkelanjutan.
Source: www.viva.co.id




