Kementerian Haji dan Umrah meminta jemaah haji Indonesia menjaga tenaga dengan menunda ziarah dan city tour di masa menjelang puncak ibadah. Langkah ini diarahkan agar kondisi fisik tetap kuat saat jemaah memasuki rangkaian Armuzna di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan bentuk pembatasan aktivitas. Menurut dia, kebijakan ini justru menjadi perlindungan agar jemaah tidak kelelahan dan tetap siap menghadapi fase yang paling menentukan dalam ibadah haji.
Fokus diarahkan ke kesiapan Armuzna
Kemenhaj meminta seluruh jemaah dan pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah atau KBIHU untuk tidak menjadwalkan maupun memfasilitasi ziarah dan city tour ke luar Madinah maupun Mekah. Aturan itu berlaku sampai seluruh tahapan Armuzna dinyatakan selesai.
Pemerintah menilai masa ini menuntut kesiapan fisik dan mental yang lebih tinggi. Rangkaian ibadah di Armuzna memerlukan konsentrasi, ketahanan, dan keteraturan gerak agar jemaah dapat menjalani prosesi dengan baik.
Pembimbing diminta perkuat manasik dan pendampingan
Selain menahan kegiatan ziarah, Kemenhaj juga meminta pembimbing KBIHU memusatkan pembinaan pada penguatan kesiapan fisik dan mental jemaah. Pembinaan itu mencakup pendalaman pemahaman manasik menjelang prosesi wukuf serta ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Pendekatan ini ditujukan agar jemaah memahami tahapan ibadah yang akan dijalani secara lebih utuh. Dengan pemahaman yang lebih baik, jemaah diharapkan bisa mengikuti seluruh prosesi dengan tertib, tenang, dan sesuai arahan petugas.
Setiap pergerakan harus tercatat dan terkoordinasi
Kemenhaj juga menginstruksikan agar setiap pergerakan jemaah dilaporkan dan dikoordinasikan dengan petugas resmi. Koordinasi tersebut melibatkan PPIH kloter, bidang perlindungan jemaah, dan sektor terkait.
Pengawasan ini dianggap penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama operasional haji berlangsung. Di tengah padatnya perjalanan ibadah, koordinasi yang rapi membantu memastikan jemaah tetap terlindungi tanpa terbebani aktivitas tambahan di luar kebutuhan ibadah.
Cegah kelelahan sebelum puncak ibadah
Larangan ziarah dan city tour juga berkaitan langsung dengan upaya mencegah kelelahan berlebih. Menjelang Armuzna, stamina jemaah perlu dijaga agar tidak terkuras oleh kegiatan yang tidak menjadi bagian dari agenda utama.
Pemerintah menempatkan perlindungan jemaah sebagai prioritas agar proses ibadah berjalan aman, sehat, dan khusyuk. Karena itu, aktivitas yang berpotensi menguras tenaga ditahan sementara sampai seluruh rangkaian puncak haji selesai.
Source: www.medcom.id