Indonesia pulang dari Singapore Open 2026 dengan cerita yang tidak seragam di sektor tunggal putra. Di tengah hasil yang terbelah itu, Alwi Farhan justru menjadi wajah paling menjanjikan setelah menang meyakinkan, sementara Jonatan Christie harus menanggung kekalahan dalam duel yang berjalan ketat.
Kontras hasil tersebut langsung menonjol karena keduanya datang dari cabang yang sama, tetapi membawa nasib berbeda. Alwi melangkah dengan kemenangan efisien, sedangkan Jonatan tersisih lebih cepat setelah pertandingan tiga gim yang menguras tenaga dan perhatian.
Alwi tampil tenang saat momen penting
Nama Alwi Farhan mencuri sorotan setelah menyingkirkan Toma Junior Popov pada babak pertama tunggal putra Singapore Badminton Open 2026. Ia menang dua gim langsung dan memperlihatkan permainan yang rapi saat menghadapi lawan yang lebih berpengalaman.
Hasil itu menjadi sinyal penting bagi Alwi karena menunjukkan adanya kebangkitan dalam performanya di level turnamen besar. Kemenangan tersebut juga memberi dorongan untuk harapan regenerasi tunggal putra Indonesia, terutama ketika pemain muda mampu menjaga fokus sejak awal laga.
Jonatan harus berhenti lebih cepat
Di sisi lain, Jonatan Christie tidak mampu mempertahankan langkahnya setelah kalah dari wakil India, Prannoy H S. Pertandingan itu berlangsung sengit dan baru selesai setelah tiga gim, meski Jonatan sempat mendominasi pada sebagian jalannya laga.
Kekalahan itu terasa berat karena Jonatan masih dipandang sebagai salah satu tumpuan utama Indonesia di sektor tunggal putra. Duel tersebut juga menyita banyak perhatian karena pertarungannya berlangsung ketat sampai akhir.
Ganda putra ikut memberi warna
Selain dari sektor tunggal, Indonesia juga membawa kabar positif lewat Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani. Pasangan non-pelatnas itu membuka langkah di babak 32 besar dengan kemenangan dua gim langsung atas wakil tuan rumah, Eng Keat Wesley Koh/Junsuke Kubo.
Mereka menang dengan skor 21-14 dan 21-12, hasil yang memperlihatkan kestabilan permainan sejak awal. Catatan itu menambah optimisme karena sektor ganda putra kembali menunjukkan peluang besar untuk memberi hasil menjanjikan.
Fajar/Fikri melanjutkan cerita positif
Cerita lain datang dari Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Pasangan ini berhasil bangkit dari tekanan dan membalikkan keadaan dalam laga tiga gim untuk memastikan tempat di 16 besar.
Hasil tersebut melengkapi rangkaian kabar dari Singapura yang membuat Indonesia tetap punya banyak alasan untuk tersenyum. Walau Jonatan Christie harus tersingkir, kemenangan Alwi Farhan dan hasil positif dari ganda putra menjaga persaingan wakil Merah Putih tetap hidup di turnamen ini.
Source: www.viva.co.id




