Kedekatan Justin Sun Dan Trump Retak, Gugatan Federal Ungkap Sisi Gelap WLFI

Gugatan baru yang diajukan Justin Sun di pengadilan federal San Francisco menandai perubahan tajam dalam hubungannya dengan jaringan bisnis kripto yang terkait dengan keluarga Trump. Perselisihan ini berpusat pada dugaan pemblokiran token WLFI miliknya, tetapi dampaknya jauh lebih besar karena menyoroti retaknya aliansi yang sebelumnya tampak sangat menguntungkan di ruang aset digital.

Sengketa itu muncul setelah Sun menuduh World Liberty Financial, atau WLFI, menjalankan langkah yang ia sebut sebagai upaya ilegal untuk mengambil alih token miliknya. Ia juga mengklaim hak suaranya dicabut dan kepemilikannya dihancurkan melalui proses yang dikenal sebagai “burning”, lalu mengajukan tuduhan breach of contract, fraud, dan conversion.

Pihak WLFI menolak keras semua tuduhan tersebut. Perusahaan menyebut klaim Sun tidak berdasar dan menuduhnya berpura-pura menjadi korban untuk menutupi tindakannya sendiri.

Yang membuat perkara ini mencuri perhatian adalah posisi Sun yang sebelumnya justru berada di barisan pendukung awal WLFI. Saat proyek itu kesulitan menarik minat pasar, Sun masuk dengan membeli $30 juta token WLFI, lalu membantu proyek melewati batas pendapatan yang dibutuhkan agar perusahaan Trump berpotensi mulai menghasilkan laba.

Dukungan itu tidak berhenti di pembelian awal. Setelah masuk sebagai investor, Sun juga ditunjuk sebagai penasihat proyek dan mulai memberi dukungan terbuka di media sosial, termasuk dengan pernyataan bahwa “The US is becoming the blockchain hub, and Bitcoin owes it to Donald Trump,” disusul, “TRON is committed to making America great again.”

Kedekatan tersebut berlanjut ketika Sun menambah investasi $45 juta pada Januari 2025. Dengan tambahan itu, total keterlibatannya di WLFI mencapai $75 juta, dan posisinya kian menonjol di antara para pendukung awal proyek.

Pada tahap lain, hubungan itu bahkan terlihat semakin publik. Sebanyak 220 pemegang teratas koin meme pribadi Trump berkumpul dalam jamuan makan malam black-tie di klub golf Donald Trump di Virginia, dan Sun hadir sebagai tamu kehormatan. Namanya tercantum di bagian teratas papan peringkat resmi sebagai investor individu terbesar di acara itu.

Beberapa pekan setelah jamuan makan malam tersebut, Sun mengatakan akan menyalurkan tambahan $100 juta ke koin meme TRUMP. Ia juga menyebut bahwa “TRUMP and TRON are the future of crypto,” sebuah pernyataan yang memperkuat kesan bahwa hubungan kedua pihak berjalan harmonis di permukaan.

Namun di belakang panggung, nama Sun sudah lebih dulu dibayangi masalah hukum yang belum selesai. Pada 2023, Komisi Sekuritas dan Bursa AS atau SEC menuduhnya mengatur ratusan ribu transaksi palsu untuk mendorong harga sebuah cryptocurrency di platform miliknya.

Regulator itu juga menyebut Sun memperoleh hampir $32 juta dari skema tersebut. Selain itu, ia dituduh membayar selebritas untuk mempromosikan token tanpa mengungkap bahwa promosi tersebut berbayar.

Setelah pelantikan Trump, proses itu sempat berhenti sementara karena Sun dan pengacara SEC sama-sama meminta hakim menunda perkara untuk membuka kemungkinan penyelesaian. Bulan lalu, SEC akhirnya sepakat menyelesaikan gugatan tersebut, dan Sun membayar denda $10 juta.

Keputusan itu memicu kritik politik. Senator Elizabeth Warren menanggapi dengan mengatakan, “Justin Sun poured $90 million into Trump’s crypto ventures, and today the SEC agreed to drop its case against him,” lalu menambahkan, “The SEC should not be a lap dog for Trump’s billionaire buddies.”

Konflik Sun dengan WLFI sendiri rupanya tidak muncul mendadak. Pada September lalu, WLFI diam-diam memasukkan wallet milik Sun ke daftar hitam dan menyebut langkah itu sebagai tindakan keamanan rutin. Awal bulan ini, Sun menuding WLFI memiliki fungsi “backdoor blacklisting” yang memungkinkan perusahaan membekukan, membatasi, atau menyita aset pemegang token.

WLFI kemudian menantang Sun membawa persoalan itu ke pengadilan. Tantangan tersebut dijawab dengan gugatan federal, dan kini pengadilan harus menilai apakah tuduhan Sun soal pemblokiran token dan pembekuan kendali kepemilikan memiliki dasar hukum.

Menariknya, gugatan itu tidak langsung menyerang nama Trump. Sun justru mengarahkan kritiknya kepada “certain individuals” di tim WLFI dan menyebut co-founder Chase Herro sebagai salah satu pihak yang disorot.

Ia juga menegaskan bahwa presiden tidak akan pernah menyetujui apa yang terjadi, sambil mengatakan, “All I want is to be treated the same as every other early investor.” Posisi itu membuat perkara ini bukan hanya soal token yang dibekukan, tetapi juga soal batas antara pengaruh politik, kepentingan bisnis, dan kendali atas proyek kripto yang dulu tampak saling menguntungkan.

Baca Juga

Back to top button