Kedatangan The Jakmania Di Lempuyangan Diawasi Ketat, Arus Suporter Tetap Tertib Dan Kondusif

Pengamanan di Stasiun Lempuyangan menjadi salah satu titik penting saat pergerakan suporter sepak bola menuju Yogyakarta mulai terlihat. Pada Selasa sore, 21 April 2026, personel Polsek Danurejan bersama Polresta Yogyakarta memantau langsung kedatangan The Jakmania untuk memastikan arus penumpang tetap terkendali dan suasana di area stasiun tidak memicu gangguan ketertiban.

Di lapangan, pengawasan diarahkan pada beberapa titik yang dianggap rawan menimbulkan penumpukan massa. Petugas memastikan arus turun penumpang berjalan lancar, sementara kondisi sekitar stasiun tetap aman dan tertib selama rombongan suporter berdatangan.

Kedatangan Suporter Terpantau Bertahap

Pengawasan di Stasiun Lempuyangan dipimpin oleh AKP Annas Ma’ruf Zamroni, S.H., M.A.P. Petugas bergerak ke titik-titik kedatangan untuk memantau aktivitas suporter yang turun dari kereta api dan memastikan tidak ada situasi yang mengganggu keamanan umum.

Pada pukul 15.51 WIB, tercatat 17 suporter tiba menggunakan KA Gajahwong. Setelah itu, pada pukul 17.10 WIB, KA Bengawan datang membawa sekitar 267 suporter. Kedatangan yang berdekatan dalam waktu relatif singkat ini menjadi perhatian aparat karena berpotensi memunculkan kepadatan di area stasiun.

Mobilitas Suporter Tetap Berjalan

Rombongan The Jakmania tetap melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta meski lokasi pertandingan sempat berubah. Stadion yang awalnya dijadwalkan menjadi venue laga, yakni Stadion Sultan Agung Bantul, kemudian dialihkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.

Perubahan itu tidak menghentikan kedatangan sebagian suporter. Mereka disebut sudah telanjur memiliki tiket perjalanan, sehingga tetap datang ke Yogyakarta sesuai rencana awal. Situasi tersebut membuat aparat perlu menjaga pengawasan lebih luas, sebab mobilitas suporter tidak hanya terjadi di stasiun, tetapi juga bisa bergerak ke titik-titik transportasi dan kawasan ramai lain di kota.

Sebaran Tempat Menginap Jadi Perhatian

Selain memantau kedatangan di stasiun, petugas juga menghimpun informasi terkait rencana menginap para suporter di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejumlah opsi yang disebutkan meliputi hotel, rumah kerabat, dan kediaman rekan sesama suporter.

Penyebaran tempat bermalam ini dinilai penting untuk dipantau karena berkaitan dengan pergerakan massa setelah tiba di kota. Pendataan diperlukan agar arus suporter tetap terarah dan tidak menumpuk di satu lokasi tertentu, sehingga pengawasan keamanan bisa berjalan lebih efektif.

Di tengah pengamanan itu, terlihat pula momen ketika beberapa suporter dari Jakarta dijemput langsung oleh suporter PSIM Yogyakarta. Interaksi tersebut menunjukkan suasana yang relatif cair, meski aparat tetap menjaga kontrol di sekitar lokasi.

Danurejan Belum Catat Rencana Nonton Bareng Skala Besar

Sampai pemantauan dilakukan, belum ada informasi mengenai rencana nonton bareng dalam skala besar dari kelompok suporter tersebut di wilayah Danurejan. Meski begitu, kepolisian tetap menempatkan perhatian pada area stasiun dan titik keramaian lain yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya massa.

Langkah pengawasan ini dilakukan untuk menjaga situasi tetap stabil selama pergerakan suporter masih berlangsung. Petugas memastikan pola pengamanan tidak berhenti di kedatangan kereta saja, tetapi juga mencakup kemungkinan mobilitas lanjutan di sekitar wilayah kota.

Hingga akhir pemantauan, situasi di Stasiun Lempuyangan dilaporkan aman, tertib, dan lancar. Kepolisian menyatakan pengawasan serupa akan terus dilakukan selama pergerakan The Jakmania masih terjadi di Yogyakarta.

Source: jogja.polri.go.id
Exit mobile version