Kecil, Pemalu, dan Sering Luput Terlihat, Tikus Kaki Putih Bisa Bawa Hantavirus

Di balik tubuhnya yang kecil dan gerakannya yang cenderung menghindar, tikus kaki putih menyimpan perhatian besar dari sisi kesehatan. Hewan pengerat ini bukan sekadar sulit terlihat, tetapi juga dikenal dapat membawa hantavirus yang berbahaya bagi manusia.

Karena suka bersembunyi di sela sempit, bawah tanah, dan area yang dekat dengan manusia, keberadaannya sering baru disadari saat populasinya sudah berkembang. Situasi itu membuat tikus kaki putih menjadi spesies yang perlu diwaspadai meski penampilannya tidak terlihat mengancam.

Ciri fisik yang membuatnya mudah dikenali

Tikus kaki putih berukuran relatif kecil, dengan panjang maksimal sekitar 20 sentimeter dan bobot 16–29 gram. Sesuai namanya, bagian perut dan kakinya berwarna putih, sementara kepala, badan, dan ekornya berwarna cokelat.

Paduan warna tersebut membantu tikus kaki putih berkamuflase di semak-semak dan area berkayu. Matanya juga khas, berwarna hitam, cukup besar, dan sering tampak menonjol.

Hidup di dekat manusia tanpa banyak terlihat

Meski dikenal pemalu, tikus kaki putih tidak benar-benar menjauh dari aktivitas manusia. Spesies ini tetap dapat ditemukan di sekitar permukiman, tetapi cenderung kabur ketika bertemu manusia.

Makanannya tergolong omnivor, dengan biji-bijian dan serangga sebagai menu utama. Salah satu makanan favoritnya adalah kepompong ngengat gypsy atau Lymantria dispar, yang menunjukkan perannya dalam rantai makanan di habitat alami maupun area yang telah berubah oleh aktivitas manusia.

Populasi cepat berkembang dalam waktu singkat

Umur maksimal tikus kaki putih dapat mencapai 96 bulan atau 8 tahun. Namun, rata-rata harapan hidupnya jauh lebih pendek, yaitu 45,5 bulan pada betina dan 47,5 bulan pada jantan.

Pada populasi yang hidup di wilayah utara, umur harapannya bahkan hanya sekitar 12–24 bulan. Walau demikian, spesies ini tetap cepat berkembang karena sudah mencapai kematangan seksual saat berusia 44–73 hari.

Risiko penyakit yang paling serius

Ancaman terbesar dari tikus kaki putih adalah kemampuannya menyebarkan hantavirus ke manusia. Virus ini dinilai berbahaya dan memiliki tingkat kematian sekitar 35 hingga 45 persen jika masuk ke tubuh manusia.

Selain hantavirus, tikus kaki putih juga terbukti dapat menyebarkan penyakit lyme dan bakteri Borrelia burgdorferi. Spesies ini juga menjadi inang favorit bagi lalat parasit Cuterebra fontinella, sehingga perannya dalam ekologi penyakit cukup besar.

Mampu beradaptasi di lingkungan kota

Di Kota New York, populasi tikus kaki putih yang terisolasi ditemukan di Central Park dan Prospect Park. Lingkungan yang padat manusia, permukiman, dan gedung tinggi membuat populasi itu tidak mudah berpindah ke area lain.

Kondisi tersebut memicu evolusi divergen, yaitu perubahan yang menghasilkan adaptasi khusus pada populasi setempat. Salah satu bentuk adaptasi itu terlihat dari pilihan makanan yang lebih beragam, termasuk sisa-sisa makanan manusia, serta gigi yang lebih tajam dan kuat dibanding populasi lain.

Source: www.idntimes.com

Baca Juga

Back to top button