KB5089549 Sulit Terpasang Di Windows 11, Sebagian Pengguna Juga Mengeluh Internet Melambat

Keluhan soal update Windows 11 kembali mencuat setelah KB5089549 dilaporkan sulit dipasang di sebagian perangkat. Di saat yang sama, ada juga sebagian kecil pengguna yang mengaku koneksi internet mereka terasa lebih lambat setelah pembaruan itu selesai dipasang.

Pola gangguan ini ramai dibicarakan tak lama setelah update didorong lewat Windows Update. Di forum seperti Reddit, sejumlah pengguna melaporkan perangkat mereka mencoba memasang pembaruan berulang kali, lalu kembali ke versi sebelumnya.

Instalasi yang gagal dan rollback otomatis

Masalah yang paling menonjol terjadi saat proses instalasi berjalan. Pada sejumlah komputer, pembaruan tidak kunjung selesai dan sistem menampilkan pesan, “Something didn’t go as planned. No need to worry, undoing changes.”

Setelah itu, Windows 11 melakukan rollback otomatis agar perangkat kembali ke kondisi semula. Langkah ini memang mencegah sistem terjebak dalam keadaan bermasalah, tetapi tetap membuat proses pembaruan terasa merepotkan dan menghabiskan waktu.

Sejauh ini, tanda yang muncul belum mengarah pada kegagalan boot yang meluas atau kerusakan permanen pada instalasi. Meski begitu, beberapa pengguna menilai gejalanya mirip dengan kasus lain ketika pembaruan Patch Tuesday terbaru juga sempat sulit dipasang.

Dugaan mengarah ke masalah kompatibilitas

Dari pola yang muncul, dugaan ke arah masalah kompatibilitas mulai menguat. Sejumlah faktor yang ikut disorot mencakup konfigurasi perangkat keras tertentu, driver, dan komponen servicing yang menangani pembaruan Windows.

Kondisi itu membuat gangguan ini belum terlihat sebagai masalah acak semata. Saat pola gagal pasang muncul berulang pada perangkat berbeda, pertanyaan soal kecocokan sistem dan komponen pendukungnya jadi semakin relevan.

Microsoft belum memberi penjelasan resmi

Hingga saat ini, Microsoft belum mengakui adanya gangguan tersebut. Halaman health dashboard juga belum menampilkan isu apa pun yang berkaitan dengan pembaruan terbaru itu maupun update lain.

Karena belum ada pengumuman resmi, laporan pengguna menjadi patokan utama untuk membaca seberapa luas masalah ini terjadi. Dari pola yang terlihat, keluhannya masih tersebar dan belum tampak sebagai gangguan massal.

Kondisi itu juga membuat belum ada kepastian apakah masalah ini akan masuk daftar resmi Microsoft. Jika jumlah laporan tidak bertambah besar, perusahaan juga bisa saja tidak mencatatnya secara formal.

Sebagian pengguna menyorot koneksi yang melambat

Selain masalah instalasi, ada laporan lain yang jumlahnya lebih kecil dan berkaitan dengan jaringan. Sejumlah pengguna di forum Microsoft menyebut kecepatan internet mereka turun segera setelah update terpasang.

Namun, bukti yang tersedia belum cukup kuat untuk memastikan bahwa ini memang bug jaringan yang meluas. Perlambatan internet juga bisa dipicu banyak hal lain, mulai dari komputer itu sendiri hingga perangkat jaringan di rumah atau kantor.

Karena itu, laporan soal koneksi melambat masih perlu dibaca hati-hati. Polanya memang mengganggu, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa KB5089549 secara umum merusak internet.

Langkah sementara yang bisa dicoba pengguna

Bagi perangkat yang gagal memasang KB5089549, Windows 11 biasanya akan kembali otomatis setelah error muncul. Setelah itu, pengguna masih bisa mencoba menjalankan update lagi lewat Windows Update, meski ada laporan bahwa percobaan berikutnya juga bisa berujung gagal.

Beberapa pengguna memilih langkah seperti menghapus cache SoftwareDistribution, menjalankan Windows Update troubleshooter, atau mencabut periferal yang tidak penting sebelum mencoba ulang. Untuk kasus internet yang terasa lambat, me-restart network adapter atau memasang ulang driver jaringan dapat membantu mengecek apakah pembaruan memang menjadi pemicunya.

Jika pembaruan tetap gagal, menunggu cumulative update berikutnya menjadi opsi yang paling masuk akal. Sampai ada perkembangan resmi, banyak pengguna kemungkinan akan memantau apakah perbaikan muncul lewat patch berikutnya atau dari sisi backend.

Exit mobile version