Peta persaingan karoseri Asia Tenggara akan kembali mengarah ke Jakarta ketika Busworld Southeast Asia 2026 digelar di JIExpo Kemayoran. Ajang ini tidak berdiri sendiri, karena berlangsung bersama INAPA 2026 dan EV & Charging Indonesia 2026, sehingga membuka ruang pertemuan yang lebih luas bagi industri bus, otomotif, dan kendaraan listrik.
Bagi pelaku karoseri nasional, momentum ini dianggap penting bukan hanya karena besarnya skala pameran, tetapi juga karena posisi Indonesia yang semakin diperhitungkan di pasar regional. Kehadiran nama-nama besar seperti Adiputro, Laksana, New Armada, Tentrem, dan Piala Mas menegaskan bahwa panggung tersebut akan menjadi arena unjuk kemampuan, bukan sekadar etalase produk.
Panggung yang makin besar
Penyelenggara menargetkan lebih dari 1.500 peserta dan lebih dari 60.000 pengunjung profesional dari lebih dari 40 negara. Skala itu membuat Busworld Southeast Asia 2026 dipandang sebagai salah satu titik temu terpenting bagi industri transportasi di Asia Tenggara.
Direktur GEM Indonesia Baki Lee menyebut edisi kali ini akan menjadi yang terbesar dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Ia menilai jumlah peserta, luas area, dan antusiasme karoseri menunjukkan bahwa daya tarik acara ini terus menguat.
“Jadi kali ini boleh dikatakan Busworld South Asia 2026 ini adalah yang terbesar dibandingkan sebelum-sebelumnya,” kata Baki Lee dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu, 15 April. Ia juga menyampaikan bahwa pameran kali ini akan “jauh lebih seru” karena peserta yang hadir semakin banyak.
Uji daya saing karoseri nasional
Keikutsertaan karoseri Indonesia di ajang ini membawa makna yang lebih luas daripada sekadar memperlihatkan model kendaraan. Pameran ini menjadi ruang untuk melihat sejauh mana produk dalam negeri mampu bersaing dengan peserta lain dari kawasan maupun luar kawasan.
Ketua Umum Askarindo Jimmy Tenacious menilai pertambahan peserta dan meluasnya area pameran menjadi tanda positif. Menurut dia, perkembangan tersebut menunjukkan minat pasar yang terus tumbuh terhadap produk karoseri nasional.
“Saya sangat menghargai acara Busworld ini. Kita bisa lihat dari perkembangan penambahan jumlah karoseri yang ikut dan lahan yang disewa,” ujar Jimmy. Ia juga melihat peluang ekspor tetap terbuka selama desain dan inovasi terus berkembang.
Kendaraan listrik dan teknologi operasional ikut menonjol
Busworld SEA 2026 tidak hanya akan diisi bus konvensional. Pameran ini juga menampilkan kendaraan listrik, teknologi keselamatan, dan sistem pengelolaan armada yang kini menjadi perhatian besar pelaku industri.
Baki Lee menyebut teknologi dari Eropa, India, dan China yang telah digunakan di Indonesia juga akan diperkenalkan lebih luas kepada pengunjung. Inovasi yang dibawa para peserta disebut berkaitan langsung dengan efisiensi, akselerasi, ketepatan, dan akurasi dalam operasional transportasi.
Meski banyak pihak menunggu detail produk terbaru, informasi lengkap masing-masing peserta belum dibuka sepenuhnya. Para peserta masih menyimpan kejutan agar inovasi mereka bisa ditampilkan secara utuh saat pameran berlangsung.
Sorotan pada keselamatan
Di tengah perhatian pada desain yang semakin modern, aspek keselamatan tetap menjadi isu penting dalam pengembangan bus. Ketua Umum Instran Budi Susandi mengingatkan agar pembahasan tidak berhenti pada kenyamanan dan tampilan luar.
“Jangan hanya memberikan masalah kenyamanan dan keindahan, tapi juga harus kita lihat masalah safety-nya,” kata Budi. Ia menekankan perlunya uji guling, sabuk pengaman di setiap kursi, serta material yang mampu menyerap energi benturan.
Menurut Budi, struktur kendaraan harus dirancang agar dapat mengabsorpsi energi kinetik saat terjadi kecelakaan. Dengan begitu, perlindungan penumpang tetap menjadi prioritas seiring perkembangan desain dan teknologi bus.
Ruang bisnis sekaligus forum pengetahuan
Penggabungan Busworld Southeast Asia 2026 dengan INAPA 2026 dan EV & Charging Indonesia 2026 diharapkan memperkuat hubungan antara manufaktur, karoseri, dan kendaraan listrik. Format ini juga membuka peluang kemitraan yang lebih luas sekaligus membantu pembacaan arah pasar transportasi komersial.
Selain transaksi bisnis, pameran ini akan menghadirkan konferensi dan diskusi yang memberi ruang edukasi bagi pelaku industri. Forum tersebut akan membahas perkembangan industri serta masa depan transportasi publik, sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan pemangku kepentingan terkait.
Dengan skala yang membesar, komposisi peserta yang semakin beragam, dan perhatian pada inovasi serta keselamatan, Busworld Southeast Asia 2026 diproyeksikan menjadi ajang penting bagi karoseri Indonesia untuk menunjukkan kapasitas di tengah kompetisi kawasan yang terus menguat.