Persita Tangerang datang ke Ternate dengan beban yang cukup berat. Tim asuhan Pendekar Cisadane itu hanya punya satu kemenangan dalam lima laga terakhir, sehingga duel melawan Malut United terasa seperti ujian penting untuk menjaga peluang mereka di papan atas tetap hidup.
Situasi Malut United justru lebih stabil meski baru saja terpeleset. Meski kalah 0-2 dari PSIM Yogyakarta pada laga sebelumnya, Laskar Kie Raha tetap berada dalam posisi yang lebih menjanjikan karena unggul klasemen, punya rekor kandang yang kuat, dan lebih nyaman dalam catatan pertemuan.
Di atas kertas, Malut United memang lebih tenang menatap pekan ke-33 Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Kie Raha. Mereka menempati posisi 6 dengan 52 poin dari 32 pertandingan, hanya terpaut 3 angka dari Persebaya Surabaya yang sudah memainkan 33 laga.
Keunggulan itu membuat setiap pertandingan terasa sangat penting bagi tim asuhan Hendri Susilo. Malut United masih menjaga asa untuk tetap bersaing di papan atas, apalagi dukungan publik Ternate kerap memberi dorongan besar saat mereka tampil di kandang.
Rekam kandang Malut United juga menjadi alasan mengapa laga ini tidak mudah bagi Persita. Stadion Gelora Kie Raha disebut sulit ditaklukkan lawan, sementara Malut United sendiri pernah menunjukkan daya ledak besar ketika menang 5-2 atas Persis Solo dan melumat PSBS Biak 7-0 pada musim ini.
Persita Masih Mencari Napas
Di sisi lain, Persita datang dengan tekanan yang tidak kecil. Kekalahan 0-3 dari Persijap Jepara menambah catatan kurang meyakinkan mereka, dan hasil itu menjadi kekalahan keempat dalam lima pertandingan terakhir.
Dengan 44 poin dari 32 laga, Persita masih bertahan di posisi 10 klasemen. Peluang finis di delapan besar memang belum tertutup, tetapi syaratnya sangat berat karena mereka harus menyapu bersih dua laga tersisa.
Kondisi tersebut membuat Persita harus tampil jauh lebih rapi jika ingin menjaga target musim ini. Tanpa respons cepat, mereka berisiko menutup kompetisi tanpa peningkatan berarti di tabel klasemen.
Catatan Pertemuan Lebih Bersahabat untuk Tuan Rumah
Selain klasemen dan status kandang, Malut United juga membawa modal dari rekor pertemuan. Dalam tiga duel terakhir, Persita belum pernah menang atas mereka.
Hasilnya menunjukkan persaingan yang ketat, tetapi tetap lebih menguntungkan Malut United. Persita 0-0 Malut United pada 23 November 2025, Malut United 2-1 Persita pada 12 Maret 2025, dan Persita 1-1 Malut United pada 4 November 2024 menjadi rangkaian yang memperlihatkan keunggulan tipis Laskar Kie Raha.
Modal psikologis itu bisa ikut memengaruhi jalannya pertandingan. Apalagi Malut United bermain di kandang sendiri dan sedang berusaha segera kembali ke jalur kemenangan.
Susunan Pemain yang Diperkirakan Turun
Malut United diperkirakan memakai formasi 4-2-3-1. Angga Saputro berpeluang mengawal gawang, dengan Igor Inocencio, Safrudin Tahar, Nilson, dan Yance Sayuri menjaga lini belakang.
Di tengah, Manahati Lestusen dan Tri Setiawan kemungkinan menjadi pengatur keseimbangan tim. Di depannya, Yakob Sayuri, Tyronne del Pino, dan Ciro Alves diprediksi menopang David da Silva sebagai penyerang utama.
Namun, Malut United tidak turun dengan kekuatan penuh. Wbeymar Angulo dipastikan absen setelah mendapat kartu merah saat menghadapi PSIM Yogyakarta.
Persita juga diperkirakan memakai skema 4-2-3-1. Igor Rodrigues berpeluang tampil di bawah mistar, dengan Zalnando, Tamirlan Kozubaev, Charisma Fathoni, dan Muhammad Toha mengisi barisan belakang.
Ramon Bueno dan Shin-Young Bae kemungkinan menjadi poros tengah, sedangkan Esal Sahrul, Pablo Ganet, dan Ahmad Nur Hardianto diprediksi membantu Aleksa Andrejic di lini depan. Dengan situasi seperti itu, laga di Ternate tampak terbuka, tetapi Malut United tetap lebih diunggulkan untuk menguasai arah permainan.
Source: bola.bisnis.com




