Pendekatan promosi Lemonilo di Universitas Bunda Mulia memperlihatkan cara brand makanan membaca kebiasaan mahasiswa dengan lebih tepat. Alih-alih hanya mengandalkan sampel produk, Lemonilo menggabungkan pengalaman mencicipi, tantangan kreatif, dan aktivitas media sosial dalam satu rangkaian yang terasa dekat dengan dunia Gen Z.
Di kampus itu, Lemonilo menghadirkan “Spicy Challenge – Lemonilo Pedas Korea” sebagai ruang interaksi yang menghubungkan kegiatan fisik dan digital. Pola ini membuat promosi tidak berhenti pada penawaran rasa, melainkan berkembang menjadi pengalaman yang mendorong partisipasi aktif mahasiswa.
Antrean muncul dari pembagian 150 porsi gratis
Booth Lemonilo di area kampus langsung menarik perhatian mahasiswa sejak kegiatan dimulai. Salah satu pemicunya adalah pembagian 150 porsi Lemonilo Pedas Korea gratis untuk 150 peserta pertama yang datang.
Skema tersebut membuat suasana di lokasi terasa ramai lebih cepat. Antrean yang mengular menunjukkan bahwa hadiah sampel masih efektif untuk memancing rasa ingin tahu, terutama ketika produk dibawa langsung ke lingkungan yang memang banyak berisi konsumen muda.
Selain menjadi daya tarik awal, sampel gratis juga memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal produk lebih dulu. Setelah mencoba, peserta kemudian diajak masuk ke rangkaian aktivitas lain yang sudah disiapkan Lemonilo.
UBM dipilih karena dekat dengan karakter target
Pemilihan Universitas Bunda Mulia bukan tanpa alasan. Kampus ini dianggap memiliki mahasiswa yang dinamis, kreatif, dan aktif di platform digital, sehingga sesuai dengan target komunikasi Lemonilo.
Kecocokan tersebut membuat aktivitas promosi terasa lebih relevan. Lemonilo tidak hanya hadir di ruang kampus sebagai tempat singgah, tetapi memanfaatkan suasana yang memang akrab dengan perilaku anak muda yang sering berinteraksi lewat konten digital.
Strategi semacam ini juga menunjukkan bahwa lokasi kampanye memegang peran penting. Ketika ruang kampus dipadukan dengan format acara yang interaktif, perhatian mahasiswa bisa lebih mudah terarah pada produk yang diperkenalkan.
Pesan hidup sehat dibawa dengan cara yang ringan
Di balik sensasi pedas yang ditawarkan, Lemonilo tetap membawa pesan gaya hidup sehat. Namun, pesan itu tidak dikemas secara kaku, melainkan dibuat lebih santai agar mudah diterima oleh mahasiswa.
VP Marketing Innovation Lemonilo, Andita Rasyid, menegaskan pendekatan tersebut dengan menyampaikan, “Kami ingin membawa semangat hidup sehat dengan cara yang seru dan relevan bagi anak muda.” Kutipan itu memperlihatkan bahwa pesan kesehatan diposisikan sebagai bagian dari pengalaman, bukan sekadar slogan promosi.
Cara penyampaian seperti ini penting karena mahasiswa cenderung merespons aktivitas yang terasa ringan dan tidak menggurui. Lemonilo kemudian menggabungkan pesan itu dengan format yang menyenangkan agar produk tetap menonjol tanpa kehilangan identitas sehatnya.
Aktivitas digital dibuat sejak awal
Setelah mencicipi produk, peserta tidak berhenti pada pengalaman di booth. Lemonilo langsung mengajak mahasiswa membuat konten untuk Instagram melalui fitur Add Yours dari akun resmi Lemonilo.
Rangkaian ini membuat kegiatan di kampus meluas ke ruang digital. Partisipasi tidak lagi terbatas pada mereka yang hadir di lokasi, karena tantangan tersebut membuka peluang bagi audiens lain untuk ikut terlibat lewat media sosial.
Format ini juga sejalan dengan kebiasaan Gen Z yang akrab dengan konten singkat dan interaktif. Bagi peserta, aktivitas tersebut memberi ruang untuk mengekspresikan kreativitas tanpa proses yang rumit.
Andita juga menyebut bahwa lewat Spicy Challenge di UBM, Lemonilo ingin mengajak mahasiswa menikmati Lemonilo Pedas Korea “tanpa rasa bersalah” sambil menyalurkan kreativitas di media sosial. Pesan ini menegaskan bahwa produk diposisikan sebagai bagian dari gaya hidup, bukan hanya makanan yang dicicipi sesaat.
Jangkauan kampanye dibuat tidak berhenti di kampus
Lemonilo juga membuka kesempatan partisipasi di luar acara kampus melalui #SpicyChallenge. Masyarakat dapat membeli Lemonilo Pedas Korea di gerai ritel seperti Indomaret, lalu membuat konten kreatif di Instagram.
Model ini membuat kampanye memiliki jangkauan lebih luas. Aktivitas di UBM berperan sebagai pemantik perhatian, sementara media sosial memperpanjang interaksi dan memberi akses bagi audiens lain untuk ikut terlibat.
Perpaduan antara booth fisik dan tantangan digital menjadi inti dari strategi tersebut. Di satu sisi, pengalaman langsung membantu membangun kedekatan dengan mahasiswa, sementara di sisi lain, kanal online menjaga percakapan tetap hidup setelah acara selesai.
Pengalaman sederhana yang dibuat lebih menarik
Format Spicy Challenge di UBM memperlihatkan bahwa promosi produk kini perlu dibangun sebagai pengalaman, bukan sekadar pembagian sampel. Lemonilo menyatukan coba rasa, tantangan kreatif, dan peluang eksposur di media sosial dalam satu alur yang saling mendukung.
Bagi mahasiswa, rangkaian itu menawarkan hiburan ringan yang dekat dengan kebiasaan sehari-hari. Bagi Lemonilo, pendekatan tersebut menjadi cara untuk memperkenalkan Lemonilo Pedas Korea kepada anak muda yang aktif, ekspresif, dan terbiasa bergerak di ruang digital.





