Kamera Leica 5x Telephoto Dan Baterai 7000 mAh, Xiaomi 17T Series Siap Masuk Indonesia

Kehadiran Xiaomi 17T Series ke Indonesia pada 2 Juni 2026 langsung menarik perhatian karena lini ini tidak hanya membawa kamera Leica, tetapi juga mengandalkan baterai besar dan pengisian cepat. Di tengah pasar ponsel premium yang semakin padat, kombinasi itu membuat dua model ini tampak disiapkan untuk pengguna yang ingin perangkat kuat dipakai lama, namun tetap serius di fotografi.

Xiaomi menyiapkan dua varian untuk pasar global dan Indonesia, yaitu Xiaomi 17T serta Xiaomi 17T Pro. Keduanya sama-sama masuk ke segmen premium, tetapi dipisahkan lewat chipset, kapasitas baterai, dan kemampuan pengisian daya yang berbeda.

Dua model, dua fokus utama

Xiaomi 17T Pro membawa Dimensity 9500 dengan fabrikasi 3nm, sedangkan Xiaomi 17T memakai Dimensity 8500 Ultra berbasis 4nm. Perbedaan ini menunjukkan posisi Pro sebagai model yang lebih tinggi, sementara varian reguler tetap diarahkan sebagai ponsel flagship yang bertenaga.

Pada sisi daya, Xiaomi 17T Pro dibekali baterai 7000 mAh. Xiaomi 17T standar hadir dengan kapasitas 6500 mAh, sehingga keduanya tetap menonjol dalam urusan ketahanan pakai harian.

Xiaomi juga memakai teknologi baterai silikon karbon generasi baru pada seri ini. Teknologi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kepadatan energi sekaligus membantu efisiensi daya saat perangkat digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Pengisian cepat jadi pasangan dari baterai besar

Kapasitas besar pada Xiaomi 17T Series tidak berdiri sendiri, karena Xiaomi juga menyiapkan sistem pengisian yang cepat. Model Pro mendukung pengisian kabel 100W dan pengisian nirkabel 50W, sedangkan varian reguler mengandalkan pengisian kabel 67W.

Kombinasi ini membuat seri 17T tidak hanya menonjol di daya tahan, tetapi juga di kepraktisan saat harus kembali diisi. Untuk Xiaomi 17T Pro, baterai 7000 mAh diklaim mampu bertahan hingga 1,88 hari pemakaian, angka yang menjadi nilai jual penting bagi pengguna yang tidak ingin terlalu sering mencari colokan.

Layar terang dengan desain yang lebih simetris

Di bagian depan, kedua model membawa layar AMOLED 1.5K dengan tingkat kecerahan hingga 3500 nits. Xiaomi juga menyematkan refresh rate tinggi agar tampilan terasa lebih mulus saat dipakai menonton atau bermain gim.

Varian Pro menawarkan refresh rate 144Hz, sedangkan model standar 120Hz. Pada Xiaomi 17T Pro, teknologi LIPO membuat bezel menjadi sangat tipis, yakni 1,29 mm di semua sisi, sehingga tampilannya terlihat lebih rapi dan simetris.

Untuk kenyamanan mata, Xiaomi menambahkan fitur Xiaomi Vision Care. Fitur ini telah mengantongi empat sertifikasi TÜV Rheinland sebagai upaya membantu mengurangi kelelahan mata saat pemakaian panjang.

Leica jadi daya tarik utama kamera

Bagian kamera menjadi salah satu alasan terbesar mengapa seri ini mencuri perhatian. Xiaomi 17T dan Xiaomi 17T Pro sama-sama memakai konfigurasi tiga kamera 50MP dengan lensa Leica UltraPure generasi terbaru.

Perbedaan sensor juga dibuat jelas di antara keduanya. Model Pro menggunakan sensor 1/1,31 inci, sedangkan versi reguler memakai sensor 1/1,55 inci, sehingga Xiaomi memosisikan masing-masing model untuk karakter hasil foto yang berbeda.

Kedua perangkat turut dibekali Leica 5x Telephoto, dukungan makro hingga 30 cm, dan zoom optik setara 10x. Xiaomi juga menambahkan Leica Live Moment agar tangkapan gambar bergerak terasa lebih hidup, sementara model Pro mendapatkan perekaman 4K 60fps dengan efek bokeh alami.

Harga global dan kepastian masuk Indonesia

Untuk pasar global, Xiaomi 17T Pro dijual mulai EUR 899 pada varian 12/256GB. Xiaomi 17T berada di angka EUR 749 untuk konfigurasi 12/256GB, dan harga lokal Indonesia belum diumumkan.

Meski begitu, kehadiran keduanya di Indonesia sudah dipastikan pada 2 Juni 2026. Dengan pilihan warna yang beragam dan fokus kuat pada kamera Leica, baterai besar, serta pengisian cepat, Xiaomi 17T Series diposisikan sebagai penantang baru di segmen flagship imaging.

Baca Juga

Back to top button