Kambing Turun Tipis, Sapi dan Domba dari Lampung Justru Meroket ke Jakarta Hingga Jabar

Lonjakan penjualan hewan kurban asal Lampung tahun ini tidak hanya terasa di pasar lokal, tetapi juga merembet ke wilayah lain seperti DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Pergerakan itu menunjukkan bahwa suplai dari Lampung memiliki daya serap yang kuat di luar provinsi.

Di antara berbagai komoditas ternak, sapi dan domba menjadi dua yang paling menonjol. Pemantauan lalu lintas ternak oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung memperlihatkan keduanya menjadi incaran utama menjelang Idul Adha.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakeswan Lampung, Anwar Bahri, menyebut pergerakan hewan kurban menuju sejumlah daerah tujuan berlangsung masif. Sapi tetap memimpin dengan penjualan 60.429 ekor pada Idul Adha 2026, naik 40,15 persen dibanding 2025 yang sebanyak 43.116 ekor.

Domba justru mencatat laju kenaikan paling tinggi. Jumlahnya melonjak 121,76 persen dari 1.764 ekor menjadi 3.912 ekor, sehingga memperlihatkan peningkatan permintaan yang sangat tajam pada komoditas ini.

Kerbau juga ikut menunjukkan tren positif. Komoditas tersebut tercatat mencapai 337 ekor, atau naik 39,25 persen dibanding periode sebelumnya.

Kambing tetap besar meski turun tipis

Di tengah kenaikan pada tiga komoditas lain, kambing mengalami penurunan tipis 2,38 persen. Volume penjualannya bergeser dari 143.335 ekor menjadi 139.917 ekor.

Meski turun, angka itu tetap menempatkan kambing sebagai salah satu komoditas dengan volume pergerakan terbesar dari Lampung. Kondisi ini menegaskan bahwa pasar kurban dari provinsi tersebut masih sangat aktif dan beragam.

Pemeriksaan kesehatan belum selesai

Tingginya arus ternak membuat proses pendataan belum ditutup sepenuhnya oleh Disnakeswan Lampung. Anwar mengatakan data yang disampaikan ke publik harus dipastikan valid dan lengkap terlebih dahulu.

Karena itu, pendataan lapangan masih terus dilakukan bersama jajaran di kabupaten dan kota. Hasil pemeriksaan kurban direncanakan dipublikasikan pada H+7 karena pengumpulan data belum selesai.

Pengawasan kesehatan tetap jadi prioritas

Selain memperlihatkan kenaikan penjualan, distribusi hewan kurban dari Lampung juga diiringi pemeriksaan kesehatan yang ketat. Disnakeswan Lampung menegaskan bahwa sapi, domba, kerbau, dan kambing harus memenuhi standar kesehatan sebelum masuk jalur distribusi.

Pemeriksaan dilakukan melalui ante-mortem dan post-mortem. Langkah ini menjadi bagian dari pengawasan agar hewan kurban yang beredar tidak hanya banyak jumlahnya, tetapi juga aman bagi konsumen.

Dengan rekapitulasi yang masih berjalan sampai H+7 Idul Adha, gambaran akhir penjualan dan kesehatan hewan kurban asal Lampung akan terlihat lebih utuh. Data lengkap itu akan memperlihatkan sejauh mana provinsi ini terus menjadi pemasok penting untuk kebutuhan kurban di berbagai daerah.

Source: lampung.tribunnews.com
Exit mobile version