Jejak Situs Tiruan Dan Video AI, Hoaks Mindich Dengan 800 Kg Emas Terbongkar

Narasi tentang Timur Mindich yang disebut kabur ke Israel sambil membawa “800 kg emas” ternyata bertumpu pada jejak digital yang rapuh. Klaim itu menyebar luas, tetapi pemeriksaan pada tautan yang dipakai justru mengarah ke situs tiruan yang menyalin tampilan media Israel Haaretz.

Masalah utamanya ada pada alamat situs. Tautan yang beredar menuju haaretz24.com, bukan haaretz.com yang merupakan domain resmi Haaretz.

Kesan kredibel dari nama media besar memang mudah membuat orang lengah. Haaretz sendiri adalah surat kabar Israel yang berdiri pada 1919, dan versi bahasa Inggrisnya sudah tersedia daring sejak 1997.

Namun, perbedaan kecil pada domain menjadi petunjuk penting. Situs tiruan seperti ini kerap memakai nama yang mirip agar pembaca mengira kontennya berasal dari sumber asli.

Klaim soal Mindich pertama kali mencuat lewat unggahan akun X @Partisangirl pada 27 Mei 2026. Dalam unggahan itu, Mindich disebut terbang ke Israel dengan jet pribadi yang membawa 800 kg emas dan jutaan dolar tunai.

Video yang ikut dibagikan memakai logo Haaretz, tetapi logo saja tidak cukup membuktikan isi laporan itu benar. Pencarian pada situs asli Haaretz tidak menemukan kalimat pembuka yang sama seperti yang ada di halaman tiruan.

Saat nama Mindich ditelusuri di situs resmi Haaretz, hasil yang muncul hanya dua dan tidak ada yang memuat klaim tentang emas. Temuan itu memperlemah narasi viral yang mengaitkan nama media tersebut dengan cerita pelarian Mindich.

Jejak lain juga tidak mendukung cerita itu. Pencarian di situs National Anti-Corruption Bureau of Ukraine atau NABU tidak menemukan pengumuman apa pun tentang Mindich.

Hasil pencarian di Google News untuk kata kunci yang dipakai dalam klaim itu juga tidak menampilkan laporan dari organisasi jurnalistik tepercaya. Artinya, tidak ada landasan kuat dari media kredibel untuk menguatkan cerita yang beredar.

Yang justru diketahui tentang Mindich berkaitan dengan skandal korupsi besar. Ia juga disebut telah pergi ke Israel, tetapi perkembangan terbaru yang tercatat menunjukkan bahwa ia menggugat Zelenskyy atas sanksi yang dijatuhkan Ukraina kepadanya.

Di sisi lain, video yang beredar ikut mengundang tanda tanya dari sisi teknis. Analisis menggunakan GPTZero menilai teksnya 100% kemungkinan dihasilkan AI.

Alat Hiya dari InVID juga memberi sinyal kuat pada suara narasi video. Hasilnya menunjukkan 99% kemungkinan audio itu dibuat dengan teknologi voice-cloning.

Gabungan antara situs palsu, judul sensasional, visual yang meniru media besar, dan audio yang diduga hasil rekayasa AI menunjukkan pola disinformasi yang cukup jelas. Dalam kasus ini, petunjuk paling penting justru ada pada detail sederhana seperti alamat situs, usia domain, dan jejak pencarian di media tepercaya.

Baca Juga

Back to top button