Jejak Penadahan Motor Lintas Negara Di Jaksel, Gudang Kemandoran Jadi Pusat Bongkar Muat Ilegal

Pengungkapan gudang motor di Jalan Kemandoran VIII, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, membuka gambaran tentang jaringan yang bekerja jauh lebih besar dari sekadar penampungan kendaraan curian. Dari lokasi itu, Polda Metro Jaya menemukan 1.494 unit motor, sementara penyidik menilai alurnya mengarah ke pengiriman lintas negara.

Di dalam gudang, polisi mendapati kendaraan yang sudah dipersiapkan untuk dipindahkan. Sebanyak 957 unit masih utuh, sedangkan 537 unit lain sudah dibongkar agar lebih mudah dikemas dan disamarkan saat dikirim keluar negeri.

Temuan ini memperlihatkan bahwa gudang tersebut tidak hanya dipakai untuk menumpuk kendaraan. Tempat itu juga diduga menjadi titik pengolahan sebelum motor dipindahkan ke pasar internasional, termasuk Tahiti dan Togo di Benua Afrika.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut pengungkapan dilakukan oleh Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Perkara yang ditangani mencakup pembelian, penampungan, dan penguasaan kendaraan bermotor yang diduga kuat berasal dari hasil kejahatan.

Jejak kendaraan masih ditelusuri

Penyidik masih mendalami dari mana kendaraan-kendaraan itu berasal. Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Noor Maghantara menjelaskan, motor diterima penadah dari pengepul, dan pengepul mendapat pasokan dari dua jalur, yakni dealer dan perorangan.

Polisi juga menelusuri dugaan bahwa sebagian kendaraan berkaitan dengan pengalihan kendaraan yang memiliki jaminan fidusia. Titik ini menjadi penting karena membuka kemungkinan adanya perpindahan kendaraan dari skema pembiayaan ke jalur penadahan dan ekspor ilegal.

Selain itu, penyidik belum memastikan apakah kendaraan diserahkan langsung oleh pemiliknya atau melalui mekanisme lain yang melanggar hukum. Mereka juga masih mendalami kemungkinan adanya ilegal akses dalam penggunaan data untuk pengajuan pinjaman.

Jaringan pelaku tidak berdiri sendiri

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin menyebut tersangka utama tidak bekerja sendirian. Ia dibantu 18 orang lain, dengan dua orang bertugas sebagai admin dan 16 orang lainnya membantu operasional.

Polisi kini mengembangkan perkara hingga ke seluruh mata rantai yang diduga terlibat. Penyidikan diarahkan ke penyedia kendaraan, pengepul, sampai eksportir yang diduga ikut menggerakkan alur pengiriman.

Pola kerja jaringan ini disebut berlangsung secara kolaboratif. Pengadaan kendaraan, penampungan, pembongkaran komponen, hingga pengiriman ke luar negeri saling terhubung dalam satu rangkaian.

Operasi besar yang sudah berjalan sejak 2022

Skala perkara ini menjadi jauh lebih besar karena aktivitas tersebut disebut telah berjalan sejak 2022. Dalam kurun itu, Polda Metro Jaya menyebut sekitar 99 ribu motor ilegal telah diekspor.

Angka tersebut jauh melampaui temuan 1.494 unit di gudang Kebayoran Lama. Itu sebabnya lokasi tersebut kini dipandang sebagai salah satu simpul penting untuk membongkar alur perdagangan motor ilegal.

Budi Hermanto menjelaskan, ribuan kendaraan ditampung di gudang khusus sebelum dikirim. Sebagian motor sengaja dipreteli agar bentuk aslinya tidak mudah dikenali dan lebih praktis saat dikemas.

Di lokasi, motor berbagai merek dan warna terlihat bercampur dalam kondisi yang berbeda-beda. Ada yang masih terbungkus plastik dan tampak baru, sementara lainnya terlihat usang, berdebu, dan berada di antara tumpukan suku cadang serta alat berat.

Garis polisi kini terpasang di area gudang yang dari luar tampak seperti tempat penyimpanan biasa. Dari balik bangunan itu, penyidik menelusuri siapa yang mengumpulkan kendaraan, siapa yang memprosesnya, dan siapa yang mengirimkannya ke pasar luar negeri.

Source: oto.detik.com
Exit mobile version