Pemantauan terhadap penumpang dan awak MV Hondius kini menjadi perhatian banyak negara setelah hantavirus ditemukan di kapal pesiar itu. Pusat perhatian bukan hanya mereka yang masih berada di kapal, tetapi juga penumpang yang sudah turun di berbagai pelabuhan dan mungkin sempat melakukan kontak dekat.
Organisasi Kesehatan Dunia menyebut ada enam kasus yang sudah dikonfirmasi, dengan satu orang meninggal dunia. Dua kematian lain belum dipastikan terkait virus tersebut, sementara masa inkubasi yang dapat mencapai enam minggu membuat penelusuran kasus baru masih terus berjalan.
Fokus itu muncul karena perjalanan kapal ini melibatkan banyak negara dan sejumlah titik singgah. Oceanwide Expeditions menyebut ada 178 penumpang dan awak dari 28 negara di MV Hondius, dan 32 tamu turun di Pulau St Helena pada 24 April sebelum kasus pertama dikonfirmasi.
WHO mengatakan sedang berkomunikasi dengan pejabat dari sedikitnya 12 negara untuk memantau warga mereka yang berada di kapal atau sudah kembali pulang. Negara-negara yang terlibat mencakup Kanada, Denmark, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Saint Kitts dan Nevis, Singapura, Swedia, Swiss, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat.
Jejak pelayaran yang meluas
MV Hondius berangkat dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April dan diperkirakan tiba di Kepulauan Canary, Spanyol, pada 10 Mei. Operator kapal juga telah menerbitkan daftar rinci mengenai waktu awak dan tamu turun di berbagai pelabuhan singgah.
Luasnya pergerakan penumpang membuat pelacakan menjadi rumit. Karena itu, WHO dan otoritas kesehatan di banyak negara masih menelusuri siapa saja yang sempat kontak dekat, siapa yang turun dari kapal, dan siapa yang perlu diuji lebih lanjut.
Kasus ini juga menarik perhatian karena pola penularannya tidak seperti wabah pernapasan yang menyebar luas antarmanusia. WHO menegaskan galur Andes dari hantavirus menyebar melalui kontak dekat dan intim, sementara penularan antarmanusia tetap jarang terjadi.
Virus ini sendiri biasanya menyebar dari hewan pengerat, terutama lewat udara yang terkontaminasi partikel dari urin, kotoran, atau air liur hewan tersebut. Seorang pakar yang berbicara kepada BBC menyebut respons terhadap wabah ini sangat kacau dan tidak terkoordinasi, meski risiko umum bagi publik tetap rendah.
Kasus yang terdeteksi di beberapa negara
Salah satu perempuan yang meninggal adalah penumpang asal Jerman. WHO menyebut perempuan itu mulai demam pada 28 April dan kemudian menunjukkan gejala pneumonia.
Dari Belanda, ada 13 orang di kapal itu, termasuk delapan penumpang dan lima awak. Dari tiga orang yang meninggal sejauh ini, dua di antaranya adalah pasangan suami istri warga Belanda.
Sang istri dinyatakan positif hantavirus dan meninggal di Afrika Selatan. Seorang perempuan Belanda lain dirawat di Amsterdam setelah menunjukkan kemungkinan gejala, tetapi seorang pejabat WHO kemudian mengatakan kepada CBS News bahwa hasil tesnya negatif.
Swiss juga mencatat kasus positif. Seorang pria Swiss yang turun dari kapal di St Helena dinyatakan positif terinfeksi galur Andes dan sempat mengalami gejala sebelum diuji di Zurich.
Di Inggris, tiga warga diduga terinfeksi hantavirus. Tujuh warga Inggris turun di St Helena pada 24 April sebelum kasus pertama dikonfirmasi pada 4 Mei, sementara empat lainnya tetap di atas kapal.
Satu pasien yang merupakan awak kapal berada di Pulau Tristan da Cunha, tempat kapal singgah pada 13 April. Dua pria Inggris lainnya terkonfirmasi mengidap virus, termasuk Martin Anstee, pensiunan perwira polisi berusia 56 tahun, yang kini stabil di Belanda setelah dievakuasi dari kapal pada Rabu.
Pasien Inggris lainnya masih dirawat di unit perawatan intensif setelah diterbangkan ke Afrika Selatan. Mereka tidak menunjukkan gejala, dan dua warga Inggris lain sudah melakukan isolasi mandiri di rumah setelah kemungkinan terpapar.
Langkah negara tujuan ikut bergerak
Di Amerika Serikat, badan kesehatan di lima negara bagian memantau orang-orang yang berada di kapal tersebut. Data yang disampaikan CBS News menyebut ada masing-masing dua orang di Georgia dan Texas, satu orang di Arizona dan Virginia, serta jumlah yang belum diketahui di California.
Departemen Kesehatan AS mengatakan tak satu pun dari individu itu menunjukkan gejala. CDC juga mengklasifikasikan wabah ini sebagai respons darurat tingkat 3, level terendah.
Di Prancis, kementerian kesehatan mengidentifikasi delapan warga yang berkontak dengan perempuan Belanda yang meninggal akibat hantavirus dalam penerbangan dari Saint Helena ke Johannesburg. Salah satu dari mereka menunjukkan gejala ringan dan masih menunggu hasil tes, sedangkan warga Prancis lainnya ditawari isolasi dan pengujian.
Spanyol juga menyiapkan langkah lanjutan terhadap penumpang yang masih terkait dengan pelayaran ini. Di Tenerife, semua warga non-Spanyol akan dipulangkan ke negara masing-masing jika tetap sehat, sementara 13 penumpang asal Spanyol dan satu anggota awak asal Spanyol akan dikarantina di rumah sakit militer di Madrid.
Di daratan utama Spanyol, satu dugaan kasus juga terdeteksi di Alicante. Kasus itu melibatkan seorang perempuan yang berada dalam penerbangan yang sama dengan pasien yang meninggal di Johannesburg, menurut Menteri Kesehatan Spanyol Javier Padilla.
MV Hondius sendiri sempat tidak diizinkan berlabuh di Tanjung Verde dan berada di lepas pantai selama beberapa hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Canary. Rencana kapal untuk berlabuh di Tenerife juga sempat ditolak oleh kepala pemerintahan Kepulauan Canary, Fernando Clavijo, yang menilai keputusan tersebut tidak didasarkan pada kriteria teknis yang cukup jelas.
Filipina turut mencatat bahwa ada 38 orang dari negaranya yang bekerja sebagai awak MV Hondius. Para pejabat menyebut belum ada kasus hantavirus di Filipina dan risiko tetap sangat rendah, sementara awak lain di kapal juga berasal dari Ukraina, Rusia, Portugal, Polandia, Montenegro, India, dan Guatemala.
Para tamu di kapal itu datang dari berbagai negara, termasuk Australia, Belgia, Kanada, Yunani, Irlandia, Italia, Jepang, Selandia Baru, dan Turki. Dengan masa inkubasi yang panjang dan jaringan penumpang lintas negara, pemantauan terhadap kasus ini masih terus berlangsung.
Source: www.bbc.com