Penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada Abdul Mu’ti tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga penanda kuat bahwa kerja di bidang pendidikan bisa mendapat perhatian serius dari daerah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu dianugerahi Lencana Jer Basuki Mawa Beya Kategori Emas sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam memajukan pendidikan di Jawa Timur dan Indonesia.
Penganugerahan tersebut dilakukan di sela acara pelepasan 3.600 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan dan Lembaga Kursus dan Pelatihan yang akan bekerja di luar negeri. Momen itu juga bertepatan dengan peluncuran Program Kelas Keberkerjaan Luar Negeri SMK 3+1 di Surabaya, sehingga penghargaan ini hadir dalam agenda yang memang dekat dengan isu penguatan pendidikan vokasi dan kesiapan kerja.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyebut perhatian Abdul Mu’ti terhadap perkembangan pendidikan di Jawa Timur sangat besar. Ia menilai sikap itu terlihat dari berbagai langkah yang menyentuh sekolah, guru, dan murid secara langsung.
Aries membacakan penetapan penghargaan berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/306/013/2026. Dalam keputusan itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menetapkan Abdul Mu’ti sebagai penerima penghargaan bidang pendidikan tahun 2026.
Capaian Jawa Timur Jadi Salah Satu Dasar
Apresiasi tersebut juga tidak lepas dari capaian pendidikan Jawa Timur yang terus menunjukkan hasil kuat. Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Talenta Pusat Prestasi Nasional per 12 Mei 2026, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan raihan medali terbanyak secara nasional.
Jumlah medali yang diraih mencapai 45.839 medali. Prestasi itu datang dari murid di berbagai jenjang, mulai dari SD, SMP, SMA, SMK, hingga pendidikan khusus di Jawa Timur.
Menurut Aries, capaian itu memperlihatkan ekosistem pendidikan di daerah berjalan dalam arah yang positif. Karena itu, perhatian pemerintah pusat terhadap Jawa Timur dinilai selaras dengan kebutuhan untuk terus menjaga performa tersebut.
Program Sekolah dan Guru Ikut Tersentuh
Perhatian Kemendikdasmen di Jawa Timur juga terlihat dari program revitalisasi dan rehabilitasi ratusan sekolah. Program itu mencakup TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB negeri maupun swasta.
Selain fasilitas sekolah, Kemendikdasmen juga memberi pelatihan dan pendidikan bagi guru untuk meningkatkan kompetensi mereka. Aries menilai langkah ini penting agar kebutuhan pendidikan di Jawa Timur dan Indonesia bisa dipenuhi dengan lebih baik.
Ia memandang perhatian pada sekolah dan guru tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga mutu pendidikan secara keseluruhan. Karena itu, penghargaan kepada Abdul Mu’ti dinilai memiliki dasar yang kuat dari sisi kerja nyata di lapangan.
Kunjungan Langsung yang Tinggalkan Kesan
Aries juga menyoroti dampak kehadiran langsung Abdul Mu’ti dalam berbagai kunjungan ke sekolah-sekolah di Jawa Timur. Menurut dia, kehadiran menteri memberi pengaruh positif terhadap semangat siswa dan guru.
Ia mencontohkan kunjungan ke eDotel SMKN 1 Jombang beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti menginap dan dilayani langsung oleh siswa yang sedang praktik magang, lalu sempat berbincang dengan mereka.
Pengalaman tersebut, kata Aries, meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa karena mereka merasa mendapat perhatian langsung dari Menteri Pendidikan. Dari situ, penghargaan Pemprov Jatim diharapkan menjadi dorongan agar Abdul Mu’ti terus menghadirkan program yang memajukan pendidikan di Indonesia.
Source: jatim.antaranews.com