Jawa Tengah tengah menyiapkan arah baru bagi koperasi desa dan kelurahan melalui pendekatan ekonomi syariah. Skema ini dipandang bukan sekadar pelengkap, melainkan peluang untuk memperkuat koperasi yang sudah tersebar luas di daerah.
Dorongan itu muncul karena provinsi ini memiliki lebih dari 8.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Dengan basis yang besar, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Masyarakat Ekonomi Syariah Jawa Tengah melihat ruang yang terbuka untuk membangun model usaha yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Salah satu pintu masuknya datang dari Koperasi Kelurahan Merah Putih Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Koperasi ini menjalin kerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah Jawa Tengah dan dinilai bisa menjadi contoh awal bagi pengembangan koperasi berbasis syariah di wilayah lain.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memberi apresiasi atas langkah tersebut saat menghadiri Seminar Nasional dan Musyawarah Wilayah MES Jawa Tengah di MG Setos Semarang, Sabtu (9/5/2026). Ia menilai pengembangan koperasi berbasis syariah berpotensi menjadi terobosan baru dalam penguatan ekonomi masyarakat.
Taj Yasin berharap model yang lahir dari KMP Tambakrejo tidak berhenti sebagai contoh tunggal. Ia mendorong agar pola itu bisa berkembang ke banyak daerah lain di Jawa Tengah dan menjadi proyek percontohan yang lebih luas.
Arah pengembangan itu juga disiapkan untuk mulai dirintis pada 2026. Langkah tersebut diselaraskan dengan tema pembangunan Jawa Tengah tahun 2027 yang menitikberatkan pada sektor pariwisata dan ekonomi syariah.
Ketua Umum MES Jawa Tengah Nyata Nugraha menyebut kerja sama dengan KMP Tambakrejo sebagai terobosan pertama pengembangan koperasi berbasis syariah di Jawa Tengah. Ia berharap konsep itu dapat menjadi pilot project bagi kepengurusan MES di 12 kabupaten dan kota di provinsi ini.
MES Jawa Tengah juga menegaskan dukungan terhadap arah pembangunan daerah yang menonjolkan ekonomi syariah dan pariwisata berkelanjutan. Dukungan tersebut diarahkan agar pertumbuhan ekonomi daerah memiliki fondasi yang lebih kuat dan sesuai dengan potensi wilayah.
Dukungan serupa juga datang dari Sekretaris Jenderal MES Pusat Ari Permana. Ia memastikan pihaknya siap memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan ekonomi syariah di Jawa Tengah.
Di sela kegiatan, Gus Yasin turut meninjau pameran produk UMKM binaan MES Jawa Tengah di sekitar lokasi acara. Beragam produk unggulan dipamerkan, mulai dari tenun troso, produk fesyen, hingga kuliner lokal.
Rintisan koperasi berbasis syariah ini membuka ruang bagi model ekonomi berbasis komunitas yang lebih terarah. Jika berkembang sesuai rencana, pendekatan tersebut berpotensi memperluas manfaat bagi pelaku UMKM dan masyarakat di banyak daerah Jawa Tengah.
Source: indoraya.news