Jatim Belum Benar-Benar Lepas Dari Pancaroba, Hujan Ringan Masih Mengintai 11 Wilayah

Di tengah kondisi pancaroba, cuaca Jawa Timur masih bergerak labil dan belum sepenuhnya konsisten. BMKG memprakirakan wilayah ini pada Jumat 1 Mei 2026 akan mengalami rentang cuaca dari cerah, berawan, udara kabur, hingga hujan ringan di sejumlah daerah.

Situasi tersebut membuat aktivitas luar ruang tetap perlu disiapkan dengan cermat. Payung, jas hujan, topi, dan perlengkapan lain masih dibutuhkan karena perubahan cuaca bisa muncul cukup cepat di berbagai wilayah Jawa Timur.

Hujan ringan diperkirakan muncul di 11 wilayah

Sebaran hujan ringan tidak merata dan hanya diprediksi terjadi di sebagian daerah. Wilayah yang masuk dalam prakiraan hujan ringan adalah Pacitan, Malang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Probolinggo, Mojokerto, Jombang, Bojonegoro, Tuban, dan Sumenep.

Pacitan diprakirakan berada pada suhu 22-27 derajat Celsius dengan kelembapan 79-98 persen. Sementara itu, Malang berada di kisaran 22-28 derajat Celsius, Jember 23-28 derajat Celsius, dan Banyuwangi 23-27 derajat Celsius.

Bondowoso diprediksi berada pada 21-25 derajat Celsius, sedangkan Probolinggo berkisar 22-30 derajat Celsius. Untuk Mojokerto dan Jombang, suhu masing-masing diprakirakan 23-29 derajat Celsius dan 23-31 derajat Celsius, sementara Bojonegoro berada di rentang 24-30 derajat Celsius.

Dua wilayah lain yang juga berpotensi hujan ringan adalah Tuban dan Sumenep. Tuban diprakirakan berada pada 23-29 derajat Celsius, sedangkan Sumenep berada pada 24-29 derajat Celsius.

Sebagian besar wilayah justru berawan

Di luar wilayah yang berpeluang hujan ringan, banyak daerah Jawa Timur diprediksi berawan. Kondisi ini meliputi Ponorogo, Blitar, Kediri, Sidoarjo, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Mojokerto, dan Kota Madiun.

Langit berawan dapat membuat suasana siang terasa lebih teduh. Namun, kondisi ini tidak serta-merta menutup kemungkinan terjadinya perubahan cuaca dalam waktu singkat, terutama saat atmosfer masih dipengaruhi pancaroba.

Udara kabur juga terpantau di beberapa daerah

Selain hujan ringan dan awan, BMKG juga memprakirakan udara kabur di sejumlah wilayah. Daerah yang masuk kategori ini adalah Trenggalek, Lumajang, Situbondo, Pasuruan, Kota Kediri, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Surabaya, dan Kota Batu.

Kota Batu tercatat memiliki suhu terendah di Jawa Timur pada prakiraan tersebut, yakni 17-22 derajat Celsius. Adapun Kota Surabaya juga perlu memperhatikan jarak pandang karena masuk dalam wilayah yang diperkirakan mengalami udara kabur.

Madura diprediksi lebih cerah

Di tengah dominasi awan dan potensi hujan ringan, dua wilayah di Madura justru diprakirakan cerah. Sampang dan Pamekasan sama-sama diperkirakan berada pada suhu 24-29 derajat Celsius.

Cuaca cerah di kedua daerah itu masih memberi ruang bagi aktivitas luar ruangan untuk berjalan lebih nyaman. Meski demikian, kondisi musim pancaroba tetap menuntut kewaspadaan karena langit bisa berubah lebih cepat dari perkiraan awal.

Rincian suhu di beberapa wilayah utama

Di bagian selatan dan wilayah sekitarnya, suhu udara tampak bervariasi cukup lebar. Sidoarjo diprakirakan mencapai 24-31 derajat Celsius, sementara Kota Pasuruan berada pada kisaran 24-31 derajat Celsius dengan kondisi udara kabur.

Wilayah barat Jawa Timur juga masih didominasi cuaca berawan dengan suhu yang hangat. Kediri diperkirakan berada pada 23-29 derajat Celsius, Nganjuk 23-30 derajat Celsius, dan Lamongan 24-30 derajat Celsius.

Di pesisir utara, Gresik dan Bangkalan sama-sama diprakirakan berawan. Gresik berada pada kisaran 25-29 derajat Celsius, sedangkan Bangkalan 23-29 derajat Celsius dengan kelembapan yang masih tinggi.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan prakiraan cuaca sebelum bepergian. Informasi ini penting agar jadwal perjalanan, kegiatan sekolah, pekerjaan, dan aktivitas harian bisa menyesuaikan dengan kondisi cuaca di masing-masing wilayah Jawa Timur.

Source: www.detik.com
Exit mobile version