Jangkauan 800 Km dan Cas 10 Menit, C-Class W520 Siap Menantang BMW i3 Neue Klasse

Persaingan sedan listrik premium kian ketat, dan Mercedes-Benz menyiapkan C-Class generasi terbaru berkode W520 sebagai salah satu senjata utamanya. Model ini dibangun sebagai mobil listrik murni dan langsung diarahkan untuk berhadapan dengan BMW i3 Neue Klasse di segmen yang sama.

Yang membuatnya menonjol bukan hanya posisinya sebagai EV baru, tetapi juga angka teknis yang dibawa. Mercedes-Benz mengklaim varian penggerak roda belakang mampu menempuh jarak hingga 800 km menurut siklus WLTP, sementara pengisian dayanya diklaim bisa menambah sekitar 325 km hanya dalam 10 menit.

Strategi ganda Mercedes-Benz

Di saat C-Class W520 disiapkan untuk masa depan elektrifikasi, Mercedes-Benz tetap menjaga jalur mesin konvensional agar tidak hilang dari jajaran C-Class. Keluarga C-Class masih hadir lewat W206 facelift dengan pilihan bensin, diesel, dan hybrid.

Langkah ini menunjukkan bahwa Mercedes-Benz belum menutup pintu untuk konsumen yang masih membutuhkan sedan bermesin pembakaran internal. Dengan begitu, pasar tetap mendapat dua pendekatan sekaligus, yaitu C-Class listrik penuh dan C-Class konvensional.

Desain dibuat lebih efisien

C-Class W520 EV membawa bahasa desain yang lebih mengutamakan aerodinamika. Bagian depan tampil dengan grille besar beraksen iluminasi yang memberi kesan futuristik dan selaras dengan pendekatan desain Mercedes-Benz pada model listrik lain seperti GLC EV dan VLE.

Bentuk bodinya juga dibuat lebih halus agar aliran udara lebih efisien. Pendekatan ini bukan sekadar untuk tampilan, tetapi juga mendukung kebutuhan utama mobil listrik premium, yaitu efisiensi saat berjalan jauh.

Baterai besar dan jarak tempuh panjang

Salah satu daya tarik terbesar ada pada spesifikasi baterainya. Varian rear-wheel drive menggunakan baterai 94,5 kWh dan diklaim mampu melaju hingga 800 km menurut WLTP.

Angka itu menempatkan C-Class W520 sebagai sedan listrik yang sangat kompetitif di kelasnya. Bagi pengguna, jarak tempuh seperti ini penting karena bisa dipakai untuk kebutuhan harian maupun perjalanan antarkota tanpa sering berhenti mengisi daya.

Isi ulang cepat untuk pemakaian nyata

Mercedes-Benz juga membekali model ini dengan arsitektur 800V. Teknologi itu memungkinkan pengisian daya hingga 330 kW, yang membuat proses isi ulang berlangsung jauh lebih singkat dibanding pengisian biasa.

Dalam klaim pabrikan, mobil ini bisa mendapatkan tambahan jarak sekitar 325 km dalam 10 menit. Kecepatan isi daya seperti ini menjadi nilai praktis besar bagi sedan listrik premium karena waktu berhenti bisa dipangkas tanpa mengorbankan mobilitas.

Karakter cepat tetap dijaga

Selain efisien, C-Class W520 juga ditujukan untuk pengemudi yang menginginkan performa lebih agresif. Varian all-wheel drive disebut mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam dalam 4,1 detik.

Karakter tersebut didukung Airmatic air suspension dan rear-axle steering. Kombinasi ini membantu mobil tetap nyaman saat dipakai di jalan perkotaan, tetapi juga lebih lincah ketika dibawa bergerak lebih cepat.

Kabin mengandalkan layar besar dan kecerdasan buatan

Di dalam kabin, Mercedes-Benz memasang MBUX Hyperscreen berukuran 39,1 inci yang membentang dari area pengemudi ke sisi penumpang depan. Tata letak ini membuat kabin terasa sangat digital dan menjadi salah satu sorotan terbesar dari model tersebut.

Sistem itu juga didukung teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT-4o dan Google Gemini. Integrasi ini diarahkan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih intuitif dan personal, sesuai arah baru mobil premium yang makin mengutamakan konektivitas digital.

Fungsi harian masih diperhitungkan

Sebagai mobil listrik, C-Class W520 juga mendapat frunk atau bagasi depan. Fitur ini memberi ruang simpan tambahan di luar bagasi utama dan menambah kepraktisan bagi penggunaan harian.

Di segmen sedan premium, detail semacam ini kerap menjadi pembeda penting. Konsumen biasanya tidak hanya mencari performa dan teknologi, tetapi juga fleksibilitas penggunaan yang terasa saat mobil dipakai rutin.

Dengan W520 EV, Mercedes-Benz menempatkan C-Class di jalur elektrifikasi penuh, sementara W206 facelift menjaga keberadaan versi bermesin konvensional tetap relevan. Di pasar, BMW i3 Neue Klasse menjadi lawan langsung C-Class EV W520, sedangkan C-Class versi bensin, diesel, dan hybrid tetap bersaing dengan BMW 3 Series di kelas sedan premium.

Baca Juga

Back to top button