Jakarta Jadi Titik Awal Layanan Tukar Baterai Aulton, Mobil Listrik Cukup Menunggu 100 Detik

Jakarta akan menjadi pintu masuk bagi layanan tukar baterai mobil listrik dari Aulton New Energy Ltd Co. Perusahaan asal China itu menyiapkan operasional awal di ibu kota dengan tawaran utama berupa pertukaran baterai yang diklaim hanya memakan waktu sekitar 100 detik.

Bagi pengguna kendaraan listrik, model ini menawarkan pendekatan yang berbeda dari pengisian daya lewat kabel. Alih-alih menunggu mobil terhubung ke charger, kendaraan cukup masuk ke stasiun, baterai ditukar, lalu kembali melanjutkan perjalanan dalam waktu singkat.

Aulton menempatkan Jakarta sebagai lokasi pertama sebelum memperluas layanan ke kota lain secara bertahap. Rencana tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya melihat Indonesia sebagai pasar potensial, tetapi juga mulai menyiapkan fondasi bisnis yang lebih nyata di lapangan.

Steven Qu, General Manager International Business Division Aulton New Energy Ltd Co, menyampaikan bahwa stasiun tukar baterai mobil listrik ditargetkan mulai beroperasi pada paruh kedua tahun ini. Ia juga mengatakan stasiun pertama akan dibuka di Jakarta pada akhir Agustus, meski seluruh persiapan masih terus berjalan.

Teknologi generasi ketujuh untuk pasar Indonesia

Teknologi yang dibawa Aulton ke Indonesia disebut sebagai versi generasi ketujuh. Stasiun tukar baterai itu dirancang dengan ukuran ringkas, dengan luas bangunan sekitar 56 meter persegi, sehingga lebih mudah ditempatkan di kawasan perkotaan yang lahan operasionalnya terbatas.

Ukuran yang lebih efisien ini menjadi penting karena layanan battery swap membutuhkan titik layanan yang praktis dan mudah diakses. Dalam konteks mobilitas harian, desain semacam ini memberi peluang untuk menghadirkan layanan yang bisa menjangkau pengguna tanpa memerlukan area besar.

Kecepatan menjadi nilai jual utama dari sistem tersebut. Menurut Qu, mobil hanya perlu masuk ke stasiun, baterai diganti, lalu kendaraan keluar kembali dalam waktu sekitar 100 detik.

Dari sisi pengalaman pengguna, pola ini mendekati pengisian bahan bakar di SPBU karena tidak membuat pengendara harus menunggu lama. Perbedaan utamanya ada pada sumber energinya, yaitu baterai yang ditukar, bukan diisi ulang melalui kabel.

Ekosistem lokal tetap dibutuhkan

Meski teknologi sudah disiapkan, Aulton menegaskan bahwa layanan ini tidak bisa berdiri sendiri. Perusahaan berencana menggandeng mitra lokal untuk membangun ekosistem pendukung agar battery swap dapat berjalan lebih luas dan terintegrasi.

Identitas mitra strategis yang akan dilibatkan belum diumumkan. Namun, Qu menekankan bahwa dukungan pihak lokal penting agar layanan bisa menyesuaikan kebutuhan pasar sekaligus kondisi operasional di Indonesia.

Shawn Xiang, Project Manager International Business Division Aulton, juga menegaskan bahwa Jakarta akan menjadi lokasi rintisan operasional perdana. Ia menyebut pembukaan tetap diarahkan pada Agustus, sementara kota lain akan menyusul setelahnya, walau belum dijelaskan lebih jauh.

Kehadiran battery swap memberi pilihan baru bagi pengguna mobil listrik yang selama ini lebih akrab dengan sistem charging melalui kabel. Di tengah kebutuhan akan proses pengisian yang cepat dan praktis, model penukaran baterai menawarkan alternatif yang bisa mempercepat ritme mobilitas harian.

Masuknya Aulton ke Indonesia juga memperlihatkan bahwa ekosistem kendaraan listrik nasional mulai bergerak ke arah layanan yang lebih beragam. Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, Jakarta akan menjadi lokasi awal bagi model pengisian ulang yang mengandalkan pertukaran baterai dalam hitungan detik.

Source: otomotif.kompas.com
Exit mobile version