Volvo kini mendapat ruang yang lebih aman untuk melanjutkan langkahnya di pasar Amerika Serikat setelah memperoleh izin khusus dari Departemen Perdagangan AS. Keputusan ini membuat kendaraan dan teknologi perusahaan asal Swedia itu tidak ikut terseret larangan yang sebelumnya mengancam banyak sistem kendaraan terhubung dari China dan Rusia.
Izin tersebut datang di tengah aturan era Biden yang dibuat sangat luas untuk membatasi penjualan dan impor perangkat keras serta perangkat lunak kendaraan terhubung. Pemerintah AS saat itu menilai risiko utamanya berasal dari spionase siber China dan operasi penyusupan yang dapat mengancam infrastruktur penting serta keselamatan publik.
Aturan itu memang disusun bertahap dan cakupannya tidak sempit. Pembatasan perangkat lunak dijadwalkan berlaku untuk model year 2027, sedangkan perangkat keras menyusul pada model year 2030.
Yang membuat Volvo menonjol adalah status “specific authorization” yang mereka terima dari Office of Information and Communications Technology and Services. Secara praktik, izin itu bekerja seperti waiver yang mencegah kendaraan dan teknologi Volvo terkena larangan di bawah aturan Securing the Information and Communications Technology and Services Supply Chain: Connected Vehicles.
Volvo menyebut keputusan itu lahir setelah pembicaraan yang konstruktif dengan Departemen Perdagangan AS dan pejabat AS lainnya. Pembahasan tersebut mencakup tata kelola, teknologi, dan keamanan data Volvo Cars.
Posisi Volvo sendiri memang sensitif secara geopolitik. Produsen mobil asal Swedia itu dimiliki Geely, sehingga kerap berada di antara ketegangan hubungan Beijing dan Washington.
Bagi Volvo, izin ini bukan sekadar kelonggaran administratif. Perusahaan menilai langkah itu membuka jalan untuk melanjutkan rencana pertumbuhan di Amerika Serikat, yang menjadi salah satu pasar terpenting bagi merek tersebut.
Pabrik Volvo di Amerika juga menjadi bagian penting dari pertimbangan itu. Fasilitas di Charleston, South Carolina, mulai beroperasi pada 2017 dan mempekerjakan lebih dari 2.000 orang, dengan investasi lebih dari $1.3 billion.
Saat ini, pabrik tersebut merakit Volvo EX90 dan Polestar 3 untuk pasar Amerika. Produksi di lokasi yang sama juga akan bertambah, karena dua kendaraan lagi dijadwalkan dibuat di sana pada 2030, termasuk XC60 yang akan mulai keluar dari lini perakitan nanti tahun ini.
Dari sisi kebijakan, langkah pemerintah Trump terhadap Volvo menunjukkan pendekatan yang lebih selektif dibanding dorongan larangan menyeluruh pada masa Biden. Di tengah tekanan keamanan nasional dan dinamika persaingan dengan China, Volvo kini memiliki jalur yang lebih mulus untuk tetap bermain di pasar mobil listrik dan kendaraan terhubung Amerika.
Source: www.carscoops.com




